Sempat Ditolong Tapi Pegangan Tangannya Terlepas, Santri Tewas Tenggelam Saat Mandi

April 28, 2018

GROBOGAN, RAKYATJATENG – Warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, digegerkan penemuan mayat laki-laki yang mengapung di Sungai Lusi desa setempat Jumat (27/4) kemarin. Korban diketahui Khoirul Anam, 14, seorang santri salah satu ponpes di desa tersebut.Korban sendiri merupakan warga Desa Sembungharjo, Kecamatan Pulokulon. Dia ditemukan tewas sekitar pukul 07.30. Diduga, korban tenggelam ketika mandi di sungai tersebut.Jenazah kali pertama ditemukan Suwarno, warga Desa Pulorambe yang sedang buang air besar (BAB). Saksi mata melihat sosok orang yang mengapung dengan keadaan tengkurap. Temuan itu dilaporkan ke warga dan Polsek Kota Purwodadi.Mengetahui laporan itu, aparat Polsek Kota dibantu tim SAR dan warga langsung mengevakuasi korban. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. ”Korban meninggal karena tenggelam,” kata Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto.Kapolsek menjelaskan, korban sudah tenggelam sejak Kamis pagi (26/4) sekitar pukul 07.00. Saat itu, korban bersama empat temannya sesama santri di ponpes mandi di Sungai Lusi. Semula, mereka mandi di pinggir sungai. Namun, lama-lama agak ke tengah yang kondisinya cukup dalam. Korban pun terpeleset. Diduga korban tidak begitu mahir berenang, sehingga korban kesulitan untuk kembali ke pinggir.Teman korban yang mengetahui itu sempat menolongnya. Tangan korban sudah dipegangi. Namun karena arus yang cukup deras, ditambah berat badan korban, membuat temannya tidak kuat menariknya. ”Akhirnya, tangan korban terlepas dari temannya. Korban pun terseret arus dan tenggelam,” tegasnya.Nahasnya, keempat teman korban yang mengetahui peristiwa itu langsung kembali ke ponpes. Mereka tidak memberitahukan peristiwa itu sama sekali ke orang lain. Mereka baru bilang setelah ada temuan mayat korban oleh warga. ”Keempat teman korban mengaku ketakutan sehingga tidak berani bilang ke siapapun soal peristiwa itu,” tandasnya.

Komentar