Miras Oplosan pun Diedarkan Lewat Medsos

April 27, 2018

CIREBON, RAKYATJATENG – Polisi berhasil mengungkap fakta baru dari penggerebekan gudang pabrik miras oplosan di Desa Cipejeuh, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Rabu (24/4) lalu. Dari hasil pengembangan terungkap bahwa pelaku mengedarkan miras oplosan ke wilayah Kuningan dan Brebes yang dipesan melalui media sosial (medsos).Dari penggerebakan gudang miras, Satnarkoba Polres Cirebon mengamankan dua tersangka pengoplos miras. Mereka RWP (19) dan PS (44). Keduanya merupakan warga asal Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon.Pelaku PS mengaku menjual miras oplosan bukan hanya dengan cara manual. Pelaku juga menerima pemesanan secara online melalui media sosial. PS memanfaatkan Facebook untuk mendapatkan uang dari hasil menjual ciu kepada para pelanggan di wilayah Kuningan dan Brebes.”Selain dipasok ke warung-warung, saya jual juga lewat Facebook,” ungkapnya saat dimintai keterangan saat ekspos di Makopelres Cirebon, Jumat (27/4).PS mengaku bahan utama miras oplosan berupa ciu didapat dari Solo, Jawa Tengah. Untuk mendapatkan untung lebih, PS mengoplos dengan mencampur air putih untuk dijual kembali.PS mengatakan dia hanya berperan sebagai pengoplos ciu dengan air kemudian dimasukan dalam botol. Sementara untuk pengedarannya, PS dibantu RWP untuk memasok ke warung-warung juga memasarkan melalui media sosial.”Dibantu sama teman untuk dikirim ke warung. Jual online juga dibantu temen,” ujarnya.Sementara Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto mengatakan, kedua tersangka tertangkap tangan saat sedang mengoplos miras oplosan di pabrik.Atas perbuatannya, kedua tersangka terjerat pasal 204 KUHP ayat 1 jo Pasal 135 UU RI no 18 tahun 2012 tentang Pangan Jo Pasal 17 Jo pasal 51 ayat 1 Perda Kabupaten Cirebon no 7 tahun 2015. Sehingga keduanya terancam mendapat hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Komentar