Jelang Pilkada Serentak, 300 Ribu Warga Jateng Masih Belum Rekam E-KTP

April 27, 2018

TEMANGGUNG, RAKYATJATENG – Menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018, sekira 300 ribu warga Jawa Tengah belum melakukan rekam data kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP).Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kependudukan Pencatatan Sipil Jateng Sudaryanto saat di Temanggung, Jumat (27/4).Menurut Sudaryanto, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kabupaten/kota di Jateng terus mengoptimalkan perekaman data hingga 27 Juni 2018 sehingga usai perekaman data warga yang bersangkutan dapat menggunakan hak pilih di TPS setempat.Dia mengatakan hal tersebut usai rapat koordinasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan Pencatatan Sipil se- Jateng di Pedopo Pengayoman Temanggung.”Pada catatan awal ada 630 ribu warga belum rekam data KTP-E, kemudian turun menjadi 435 ribu dan terakhir ada 300 ribu. Data ini terus bergerak turun,” katanya.Penjabat Sementara Bupati Temanggung ini mengatakan di Jawa Tengah ada 35 juta warga dan yang wajib rekam data KTP-E hampir 27 juta.Perekaman data KTP-E sebagai sebagai syarat dapat menggunakan hak pilih pada Pilkada 2018. Di Kabupaten Temanggung dari 22 ribu yang belum rekam data, kini tinggal 3.000 warga.Dia mengatakan kendala dalam perekaman data tersebut, terutama warga yang merantau, baik bekerja maupun sekolah di luar daerah atau luar pulau bahkan luar negeri.Sudaryanto meminta warga yang belum rekam data KTP-E segera melakukan perekaman agar nanti bisa menggunakan hak pilih dalam Pilkada 2018.”Permasalahan lainnya adalah warga malas melakukan rekam data karena merass tidak butuh. Mereka rekam ketika membutuhkan seperti membuat kartu BPJS,” katanya.Pada rapat koordinasi tersebut dibahas antara lain sistem informasi desa, BUMDes, penataan perangkat desa, pilkades, termasuk membicarakan data tentang Pilpres dan Pileg. Selain itu masih banyaknya kabupaten/kota yang belum punya perda atau perbup tentang kewenangan desa. (ant)

Komentar