Wujud Syukur, Warga Nyadran di Waduk Jatibarang Semarang

April 26, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Suko Makmur melaksanakan nyadran Waduk Jatibarang. Acara dihadiri ratusan warga serta tamu undangan dari berbagai stakeholder seperti travel agent dan kelompok wisata se-Kota Semarang, termasuk Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu, Kamis (26/4).Dalam pelaksanaannya, warga yang tinggal di sekitar Waduk Jatibarang menyiapkan beberapa sesaji dari tanaman palawija dan sayur mayur hasil bumi. Selanjutnya sesaji tersebut dibawa ketengah waduk untuk dilarung.Panitia acara tradisi Nyadran Waduk Jatibarang, Sudian menyebutkan kegiatan ini merupakan agenda rutin dalam rangka nguri-uri budaya sekaligus ucapan syukur atas melimpahnya hasil bumi warga sekitar waduk.“Dalam kegiatan ini, selanjutnya juga dilakukan penyerahan SK Pokdarwis Suko Makmur, kedua ada Wilujengan berkaitan dengan nama badar Kencono sebagai kelompok peduli Waduk Jatibarang,” katanya.Menurutnya, tradisi larungan ini sebagai ucapan rasa syukur dari masyarakat sekaligus uri-uri budaya.”Larungan berupa palawija dan sayur mayur. Prosesi di tengah waduk, tumpengnya ditaruh di atas perahu, ada prosesi. Kita larung di tengah waduk, sudah dilakukan tiga kali setiap tahunnya,” ujar Sudian yang juga Seketaris Pokdarwis Suko Makmur.Sementara itu Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu, yang ikut dalam prosesi nyadran Waduk Jatibarang ini menyebutkan Waduk Jatibarang sudah menjadi salah satu sumber kehidupan bagi warga sekitar. Terutama bagi warga yang bergerak di bidang perkebunan dan persawahan.“Air yang melimpah tidak hanya membuat tanah subur, melainkan juga destinasi wisata juga menarik untuk dikunjungi masyarakat,” ujarnya di sela-sela prosesi Nyadran Waduk Jatibarang.Apalagi, lanjutnya, Waduk Jatibarang ini merupakan satu kesatuan dengan objek wisata Gua Kreo.”Sehingga Pemerintah Kota Semarang terus berupaya untuk meningkatkan kunjungan wisata di kawasan tersebut,” tambahnya. (sen/yon)

Komentar