Mensos: Penerima PKH di Jawa Tengah Capai 1,3 Juta KK


TEGAL, RAKYATJATENG – Jumlah penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) akan ditambah pada tahun depan. Nominal bantuannya pun akan ditambah.

Demikian diungkapkan Menteri Sosial Idrus Marham saat menjadi pembicara dalam Dialog Nasional Indonesia Maju di Gedung Korpri Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (25/4). Tapi, Idrus tak merinci penambahannya.

“Setelah Presiden melihat dan melakukan kajian, ada kebijakan insya Allah tahun depan ditambah. Nanti lebih dari jumlah yang diterima sekarang,” kata Idrus.

Saat ini, setiap penerima bantuan PKH mendapat dana Rp1,8 juta per tahun. Pencairan dana dilakukan sebanyak tiga kali.

PKH, lanjut Idrus, merupakan kebijakan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan prioritas masyarakat. Misalnya bantuan beras sejahtera dan Kartu Indonesia Pintar.

“Kebijakan ini diharapkan bisa menekan angka kemiskinan,” sambungnya.

Dia menargetkan, angka kemiskinan di Indonesia bisa turun dari 10,12 persen menjadi 9 persen pada 2019 mendatang. Ia mengklaim angka kemiskinan di Indonesia setiap tahun selalu berkurang.

Sementara jumlah penerima bantuan pada 2017 mencapai kurang lebih 10 juta kepala keluarga (KK). Di Jawa Tengah, jumlah penerimanya mencapai 1,3 juta KK.

“Kalau di Tegal, kalau tidak salah, sekita 58 ribu KK,” ungkap Idrus.

Idrus juga mengapresiasi Pemkab Tegal yang menurunkan angka kemiskinan hingga 9,1 persen. Angka itu, ungkapnya, berada di bawah rata-rata kemiskinan di Jateng.

“Ini cukup bagus, tahun depan, angka kemiskinan harus turun lagi,” pintanya.

Idrus menambahkan, Kemensos bersama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) tengah mencari cara untuk mendorong agar KPM PKH bisa memiliki kreativitas untuk berwirausaha sehingga bisa meningkat dari keluarga tidak mampu menjadi mampu.

“Mungkin salah satu komponen, bagi keluarga yang punya kreativitas untuk mandiri. Misalnya membuat warung, atau apapun, mungkin dipertimbangkan untuk ditambah (jumlah bantuannya). Tentu dari 10 juta tidak semua memiliki kreatifitas dan keinginan untuk berwiraswasta. Mungkin satu juta atau dua juta yang punya semangat itu,” pungkasnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tegal Nurhayati membenarkan jika angka kemiskinan di Kabupaten Tegal semakin menyusut. Terbukti, banyak KPM yang mengundurkan diri dari PKH. Jumlahnya sebanyak 213 KPM.

“Sudah banyak yang kami entaskan dari kemiskinan. Contoh di Bumijawa. Ada KPM yang mundur dan sekarang sudah punya warung bakso sendiri. Sekarang sudah mandiri,” ujarnya.

Penerima PKH asal Tegal yang telah tergraduasi, Irna mengaku sangat terbantu dengan adanya PKH yang diterimanya dalam kurun waktu 2 tahun yakni 2015 hingga 2017. “Saya bersyukur bantuan ini bisa meringankan beban biaya sekolah anak. Sejak awal menerima memang sudah saya sisihkan untuk beli keperluan sekokah anak. Terima kasih kepada pemerintah, khususnya Pak Presiden Jokowi,” tutur Irna yang juga memiliki anak berprestasi sebagai Dai Cilik.

Sementara, salah satu pelajar SMK di Slawi, Indah mengaku ingin menitip pesan melalui Mensos dan Menhub kepada Presiden Joko Widodo. Pelajar penerima Program Indonesia Pintar ini mengaku sangat terinspirasi dengan sosok sang Presiden.

“Beliau punya banyak gagasan dan program yang sangat bermanfaat untuk rakyat,” ucapnya singkat. (mtv)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono