Ibu Rumah Tangga Ini Terancam 20 Tahun Penjara, Ini Penyebabnya

April 26, 2018

MELAWI, RAKYATJATENG – Produsen dan pembuat minuman keras (miras) jenis arak dibekuk petugas kepolisian pada Selasa (24/4) sekitar pukul 18.25 WIB. Ia adalah seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial SNT, warga Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Mewali, Kalimantan Barat.Kapolsek Belimbing Iptu Hariyanto mengatakan, penangkapan ini diawali dari informasi masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas penjualan arak tersebut. “Mendapat informasi tersebut, kami membuat rencana bergerak dan melakukan penangkapan,” kata Hariyanto dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Grup), Kamis (26/4).Dia memimpin langsung penangkapan tersebut. Tim bergerak mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) yang diduga menjadi tempat produksi arak.Hariyanto menjelaskan, petugas menemukan sejumlah barang bukti terkait kejahatan miras dalam penggerebekan ini. Di antaranya, yaitu 2 jeriken ukuran 5 liter berisi arak, 1 jeriken ukuran 10 liter berisi arak, serta alat dan bahan pembuatan arak.”Barang bukti dan seorang perempuan tersebut langsung kami bawa ke Polsek Belimbing untuk proses lebih lanjut,” ujar Hariyanto.Saat ini, perempuan berusia 53 tahun itu masih diperiksa di Mapolsek Belimbing. Ia dijerat Pasal 204 Ayat (2) KUHP tentang larangan bagi seseorang menjual sesuatu yang sifatnya berbahaya dan menyebabkan kematian, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.Selain itu, polisi juga akan menambah jeratan pasal lainnya, yakni Undang-undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012 dengan sanksi maksimal 15 tahun penjara. Hariyanto berharap, adanya penangkapan ini menjadi pelajaran bagi warga lain.Kepada masyarakat, dia meminta agar jangan ragu memberikan informsai kepada polisi apabila menemukan hal-hal yang melanggar hukum. (JPC)

Komentar