Bayar PBB di Boyolali Dapat Diskon 70 Persen, Ini Syaratnya

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Bupati Boyolali, Jawa Tengah, Seno Samodro mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 11 tahun 2018 yang mengatur pemberian stimulus Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) 2018. Stimulus yang diberikan hingga 70 persen.

Kepala Bidang Pajak Daerah, Badan Keuangan Daerah (BKD) Boyolali, Fara Soraya Devianti menjelaskan, pemberian stimulus berlaku sejak 23 April 2018. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mengintensifikasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

”Kami terus berupaya agar piutang PBB bisa lunas. Jika tidak mendengar aspirasi masyarakat selaku wajib pajak (WP), ditakutkan piutang ini tidak terbayar,” kata Fara, Rabu (25/4).

Jika dihitung, potensi yang turun dari pengurangan itu sekitar Rp 20 miliar. Namun jika dihitungan dari sisi pendapatan, justru mengalami kenaikan.

”Tahun lalu Boyolali di angka Rp 30 miliar. Tahun ini dihitung sampai angka Rp 50 miliar,” ujar Fara.

Masyarakat dapat mengetahui perhitungan pajak melalui sistem informasi pajak daerah. Bisa diakses di laman: https://sipad.boyolali.go.id. WP diminta mengecek info tagihan dan mencari kode bayar yang akan aktif 24 jam untuk pembayaran kolektif. Sementara untuk perorangan, aktif hanya enam jam saja.

Bagi WP yang membayar sebelum 31 Mei 2018, masih diberi tambahan diskon sebesar 8 persen. Selain itu juga berhak mengikuti undian dengan hadiah menarik. Berupa rumah, mobil, dan sepeda motor.

Satu hal penting disampaikan Fara, stimulus 70 persen hanya berlaku bagi masyarakat atau perorangan. Bagi perusahaan, pabrik, atau atas nama badan hukum, tidak berhak memperoleh fasilitas ini.

Sedangkan untuk warga yang telanjur membayar sebelum 23 April 2018, kelebihan bayarnya akan dihitung untuk utang PBB tahun depan. BKD bakal menyosialisasikan terkait peraturan baru ini dalam waktu dekat.

”Jadi dalam SPPT 2019, akan berbunyi ketetapan PBB berapa, dikurangi kelebihan bayar tahun ini, lalu muncul jumlah PBB yang harus dibayar berapa. Semua akan muncul di SPPT,” imbuh Fara. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono