Atasi Macet, Begini Solusi dari Anggota Legislator Jateng

April 26, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – Kemacetan masih menjadi salah satu persoalan utama transportasi di Jawa Tengah.Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah Hadi Santoso saat menjadi narasumber dalam diskusi Tematik Reboan bertajuk “Mencari Solusi Kemelut Permasalah Pengelolaan Transportasi Publik di Jawa Tengah” di markas pemenangan Sudirman Said–Ida Fauziyah Jalan Pamularsih Raya 95 Kota Semarang, Rabu (25/4) kemarin.Selain Hadi Santoso sebagai Anggota DPRD Jawa Tengah, hajatan mingguan relawan Tim Perjuangan Merah Putih itu juga dihadiri oleh Fauzi Hasyim (Komunitas Transportasi Semarang) dan Alfa Marendra (Akademisi UNNES).Hadi mengatakan yang menjadi utama permasalahan transportasi di Jawa Tengah masih berada di sekitar kemacetan.”Pada level nasional, kota Semarang masuk dalam sepuluh kota yang mengalami permasalahan kemacetan tertinggi,” katanya.Selain itu, kata dia, masalah lain yang cukup krusial adalah konektivitas antar wilayah yang ditandai dengan lemahnya pelayanan antarmoda transportasi yang menghubungkan pelabuhan, bandara, terminal dan stasiun.”Ditambah dengan belum optimalnya tingkat pelayanan angkutan umum sebagai penghubung pusat kegiatan strategis menjadi keruwetan berkepanjangan di Jawa Tengah, padahal transportasi menjadi penunjang utama pertumbuhan ekonomi suatu daerah,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera ini.Disisi lain, kata Hadi, sebenarnya simpul untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui transportasi kewilayahan di Jawa Tengah sudah diatur.”Pengaturan-pengaturan itu jika dilihat berdasarkan peta wilayah Jawa Tengah terbagi menjadi delapan wilayah strategis. Dari delapan pembagian wilayah itu, wilayah selatan menempati posisi paling strategis untuk menumbuhkan ekonomi di Jateng,” ungkapnya.Meski demikian, Hadi menyebut wilayah selatan justru banyak menyumbang angka kemiskinan di Jawa Tengah.”Tingginya tingkat kemacetan di jalan raya yang disebabkan oleh kapasitas jalan yang tidak sebanding dengan volume kendaraan, banyaknya jalur perlintasan sebidang dengan jalur kereta api, tingginya penggunaan ruang parkir di bahu jalan dan belum terkoordinasinya manajemen antar persimpangan jalan menjadi pelengkap persoalan transportasi di Jawa Tengah,”paparnya.

Komentar