Proyek KA Bandara, 243 KK Penghuni Lahan PT KAI Terima Santunan

April 24, 2018
Belum ada gambar

SOLO, RAKYATJATENG – Proyek kereta api bandara terus mengalami kemajuan. Kali ini, 243 kepala keluarga (KK) penghuni lahan PT KAI telah resmi menerima dana santunan. Mereka diberi waktu sepekan untuk segera membongkar bangunan dan meninggalkan lahan tersebut.Salah satu warga penerima santunan, Eko Yulianto, 58, mengatakan, dirinya menerima putusan PT KAI tersebut. Sebab, dirinya sadar bahwa selama 26 tahun ini tinggal di atas tanah negara.“Dulu konsepnya sewa tanah. Pada 1992, saya bayar Rp 400 ribu kepada PT KAI selama 5 tahun pertama. Setelah itu gratis sampai sekarang,” jelas dia saat ditemui di sela pembagian santunan di Aula Universitas Slamet Riyadi, Senin (23/4).Warga Kampung Sekip RT 03 RW 08, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari ini mengaku, dirinya mendapat uang santunan Rp 7.560.000. Nominal tersebut ditentukan atas beberapa aspek, seperti jenis bangunan, luasan, potensi kehilangan pekerjaan dan lainnya. Meski tak mempersoalkan nominal yang diberikan, untuk saat ini dirinya masih bingung lantaran uangnya terlalu minim untuk mencari hunian baru. Terlebih, dua anaknya masih duduk di bangku SMP dan TK.“Mau pindah ke mana belum tahu karena dananya minim. Paling hanya bisa mengontrak. Karena uang segitu nanti sudah terpotong ongkos bongkar,” jelas pria yang berprofesi sebagai petugas sampah tersebut.Kabid Pertanahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah Endro Hargiyanto mengatakan bahwa ada 243 KK di Kadipiro terdampak proyek KA-bandara yang selama ini tinggal di atas lahan PT KAI. Mereka diminta segera pindah guna kelancaran pengerjaan proyek kereta bandara.Pihaknya memberikan batasan waktu selama sepekan agar warga segera membongkar dan meninggalkan hunian mereka setelah uang santunan diterima. Ia berharap warga bisa konsisten dengan kesepakatan tersebut agar proyek KA-bandara segera bisa dilanjutkan.

Komentar

VIDEO TERKINI