Organda Klaten Tolak Subsidi BBM, Ini Alasannya

April 24, 2018
Belum ada gambar

KLATEN, RAKYATJATENG – Kepala Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (Bappeda) Klaten, Bambang Sigit Sinugroho sempat mewacanakan memberi subdisi bahan bakar minyak (BBM) kepada angkutan umum yang ada di Klaten. Namun usulan tersebut ditolak mentah-mentah Organisasi Angkutan Darat (Organda).Ketua Organda Klaten, Agus Supriyanto menyebut pemberian subsidi BBm dinilai tidak efektif. Bahkan cenderung pemborosan anggaran. Mengingat kondisi moda transportasi umum di Klaten sudah mati suri.”Saya justru lebih setuju dengan rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten. Mengajukan 10 armada bus ke pemerintah pusat. Daripada tetap menaruh harapan kepada transportasi umum yang ada saat ini. Kondisinya sudah tidak mendukung, sekalipun diberikan subsidi oleh Pemkab Klaten,” urai Agus, Senin (23/4).Agus menambahkan, hanya dua jalur bus saja yang masih aktif. Yakni jurusan Klaten-Jatinom-Boyolali serta Klaten-Bayat-Cawas. Riskan sekali jika terlalu memaksakan subsidi BBM. Sementara armada yang aktif minim sekali.Belum lagi kondisi armada yang memprihatinkan. Banyak yang tidak lain jalan. Selain itu, usia armada rata-rata sudah lebih dari 10 tahun. Sementara peremajaan armada justru memberi beban tambahan kepada para pengusaha angkutan umum.”Keberadaan transportasi umum yang mati suri ini berdampak pada ketidakpastian waktu keberangkatan dan kedatangan. Armada yang masih aktif melayani penumpang terus berkurang. Alhasil masyarakat sekarang lebih memilih pakai kendaraan pribadi untuk beraktivitas. Daripada menunggu waktu yang tidak jelas,” beber Agus.Organda optimistis jika permohonan 10 armada bantuan dari pemerintah pusat terkabul, bakal menunjang kebutuhan transportasi masyarakat. Termasuk mengakomodasi kalangan pelajar saat berangkat ke sekolah. Imbasnya, bisa menekan angka pelanggaran lalu lintas. Karena banyak pelajar di Kota bersinar yang belum punya SIM, tapi sudah naik sepeda motor ke sekolah.

Komentar

VIDEO TERKINI