Diolah Kreatif, Penjualan Kopi Tempur Jepara Meningkat

April 24, 2018

JEPARA, RAKYATJATENG – Penjualan kopi tempur Jepara, Jawa Tengah, mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Terlebih saat produsen makin kreatif dalam mengolah kopinya. Peningkatan penjualan per tahun pun bisa mencapai 30 persen.Hal ini disampaikan salah satu petani sekaligus pengolah kopi, Ali. Ali mengatakan, di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, ada empat orang yang aktif memproduksi kopi. Salah satunya dirinya. ”Kalau saya fokus kopi duplak petik merah,” katanya.Ali melanjutkan, sejak memproduksi kopi 2015 silam penjualannya terus meningkat. Hal tersebut diketahuinya dari stok kopi yang dikeluarkan setiap tahunnya. ”Untuk dua tahun terakhir misalnya, sebelumnya stok sekitar 1 ton namun tahun terakhir mencapai 1,7 ton,” terangnya.Untuk meningkatkan penjualan tersebut, Ali menuturkan, pihaknya tak sekadar memproduksi kopi. Tetapi juga membuat berbagai kreasi agar kopi tempur semakin diminati.Dia menjelaskan, pada 2015 dia mulai memproduksi kopi dan membuat sampel-sampel kecil. Kemudian pada 2016, dia melengkapi tempat produksinya dengan kedai kopi yang bisa disinggahi wisatawan yang datang ke desa tersebut.Ali melanjutkan, dia memproduksi kopi robusta menjadi dua produk. Yakni kopi duplak dan kopi lanang. ”Yang istimewa kopi lanang. Itu hasil sortir biji kopi tunggal. Dari keseluruhan kopi biasanya hanya didapat maksimal 10 persen,” ujarnya.Untuk kopi duplak, Ali menjelaskan, satu kilogramnya dijual seharga Rp 105 ribu. Sementara untuk kopi lanang lebih mahal, yakni mencapai Rp 200 ribu per kilogramnya. ”Kami jual dalam bentuk bubuk dan roast bean,” jelasnya.Selama ini, Ali mengatakan, penjualannya dilakukan secara langsung. Banyak pembeli yang datang ke rumahnya. ”Ada yang beli untuk dikonsumsi sendiri, ada pula yang dijual lagi,” tuturnya.

Komentar