Gempa Susulan di Banjarnegara Masih Terjadi, Kemensos Instruksikan Tingkatkan Kewaspadaan

April 23, 2018
Belum ada gambar

“Saya di kamar bersama anak saya, nenek ada di dapur. Saya panik melihat lantai dan tempat tidur terguncang-guncang. Spontan saya bangun dan lari ke depan. Nenek jatuh di dapur dan baru bisa keluar rumah setelah gempa berhenti,” tuturnya sambil terisak.Harry mengatakan kesimpulan dari hasil asesmen menunjukkan pengungsi mengalami kesedihan yang mendalam dan merasakan trauma dan kecemasan akan kehidupan selanjutnya.Oleh karena itu, lanjut Dirjen, pengungsi memerlukan layanan psikososial secara berkelanjutan (trauma healing, counseling, spirit of life, life review therapy, spiritual teraphy, dan play therapy) dan dalam jangka panjang diperlukan penanganan pasca trauma atau Post Trauma Stres Disorder (PTSD).“Layanan trauma healing, konseling dan psikoterapi akan terus dilakukan hingga beberapa bulan ke depan sesuai kebutuhan meskipun masa tanggap darurat selesai,” kata Dirjen.Seperti diketahui sejak Kamis (19/4) hingga Minggu (22/4), sebanyak 12 personel TAGANA Psikososial, 8 orang Pekerja Sosial dan 30 Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta 2 orang TKSK dari wilayah Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Pekalongan dan Banyumas telah melakukan intervensi LDP.Hingga Minggu (22/4) atau hari kelima Tanggap Darurat Bencana Alam Gempa Bumi di Kecamatan Kalibening masih terjadi gempa tektonik susulan hingga pukul 21.00 WIB sebanyak 3 kali.Berdasarkan keterangan BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara gempa susulan pertama terjadi pada Sabtu (21/4) pukul 04.53 WIB dengan kekuatan 2,1 Skala SR, disusul gempa berikutnya pada 07.57 WIB dengan kekuatan 2,1 SR. Gempa susulan ketiga terjadi pada pukul 18.09 WIB dengan kekuatan gempa 3,4 SR.“Gempa susulan pertama, kedua dan ketiga mengakibatkan kepanikan dan ketakutan sehingga masyarakat di Kalibening berhamburan keluar dari rumah menuju titik aman,” paparnya.

Komentar

VIDEO TERKINI