Disuplai dari Tulungagung, Ikan Patin Bakal Jadi Salah Satu Menu Jamaah Haji

April 22, 2018
Belum ada gambar

SURABAYA, RAKYATJATENG – Ikan patin rupanya bakal menjadi salah satu menu jamaah calon haji 2018. Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim pun siap menyuplai untuk kebutuhan selama musim haji nanti.Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim Heru Tjahjono mengatakan, sudah ada kesepakatan antara pihaknya dengan kementerian agama soal ikan patin ke jamaah calon haji. “Kita saat ini tengah meningkatkan produksi air tawar. Salah satunya patin. Ikan patin asal Tulungagung cukup bagus. Ada nanti yang disuplai untuk jamaah calon haji. Sudah ada kesepakatan,” ujar Heru, Sabtu (21/4).Diakui mantan Bupati Tulungagung tersebut, pasar ikan patin asal Jatim akhir-akhir memang cukup menggemberikan. Potensi permintaan pasar terus meningkat. Meskipun lokal, namun kualitasnya bisa disejajarkan dengan ikan restoran seperti ikan dori. Bahkan dirinya menyebutkan, tidak hanya konsumsi di dalam negeri tetapi juga mulai diminati luar negeri, seperti Eropa.Data dari dirinya, produksi ikan patin saat ini sudah meningkat. Pada 2017 saja yang dihasilkan telah melebihi target. Dari 6.180 ton, realisasinya mencapai 7.563 ton. Sebanyak 154 ton di antaranya diekspor. Negara Eropa menjadi tujuan utama pengiriman ikan patin. “Kebetulan Vietnam di-banned sehingga kita bisa masuk ke Eropa,” sebutnya.Ikan patin yang diekspor ini, lanjutnya, sudah melewati pengujian standar kelayakan pengolahan dan telah melalui kualiti kontrol. Begitu juga dengan pengepakannya, ikan patin ini di-fillet. Pemprov pun mendorong dengan memberikan bantuan dan penambahan kapasitas serta lahan baru usaha fillet patin. Dengan demikian, Heru menargetkan produksinya bisa mencapai 10 ribu ton tahun 2018.”Ini merupakan program hulu hilir pak gubernur. Mulai dari perhatian pada pembudidaya, sampai ke packaging-nya. Yakni, dengan fillet patin,” urainya saat ditemui di ruang kerjanya.Sementara ini, lanjut Heru, ada beberapa wilayah di Jatim sudah mulai produksi patin. Dari 38 kabupaten/kota terbanyak masih dari Tulungagung. Produksi di kabupaten ini bisa memenuhi kebutuhan 50 ton per hari. “Kami terus berupaya meningkatkan kualitas ikan dengan cara memberikan penyuluhan terhadap cara budidaya yang baik,” bebernya.Selain ikan patin, Haru menyebutkan, yang lagi difokuskan juga adalah ikan lele. Kandungan nutrisi ikan ini sangat dianjurkan bagi pertumbuhan anak. Hanya saja tinggal sekarang mengubah persepsi kotor pada ikan lele.”Ikan lele di Jatim itu masuk yang terbaik. Setelah melewati verifikasi. Tinggal sekarang persepsinya yang diubah. Kami lakukan visible terus terhadap para pembudidaya,” tandasnya. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI