Banjarnegara Dilanda Gempa Susulan, 6 Orang Luka

April 21, 2018

BANJARNEGARA, RAKYATJATENG – Gempa susulan berkekuatan 3,4 SR mengguncang Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (21/4) sekitar pukul 18.19 WIB. Enam orang dilaporkan terluka dalam kejadian ini.Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menerangkan, gempa susulan kali ini merupakan yang kesembilan sejak gempa 4,4 SR yang melanda kawasan Banjarnegara, Rabu (18/4).”Masyarakat dihimbau tetap tenang dan waspada,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (21/4) malamDiterangkannya, pusat gempa berada di 25 km utara Banjarnegara dengan kedalaman 1 km. Pusat gempa berada di darat dengan kedalaman tergolong sangat dangkal.Menurutnya, gempa susulan kali ini berlangsung selama 10 detik. Tak pelak, guncangan yang tergolong kuat ini membuat sejumlah warga Desa Kasinoman dan Sidokangen panik.”Warga panik dan berhamburan ke luar rumah. Enam orang dilaporkan luka-luka, dimana lima orang sudah pulang dan satu orang masih dirawat di puskesmas,” imbuh dia.Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara Agus Haryono yang berada di lokasi menerangkan, rata-rata korban tersebut mengalami luka akibat tertimpa puing bangunan yang sudah mengalami retak sebelumnya. “Saat ini kami sedang melakukan assesment atas gempa susulan tadi,” ujarnya ketika dihubungi, Sabtu (21/4).Agus menambahkan, saat ini pihaknya bersama tim gabungan TNI, Polri, PMI, relawan, dan sebagainya masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan terhadap dampak gempa susulan ini. “Beberapa masih di luar rumah, karena kediaman mereka banyak yang rusak. Tapi sudah kami evakuasi,” sambungnya.Jumlah pengungsi yang terdata sementara sebanyak 908 KK, 3.506 jiwa yang tersebar beberapa tempat di Kecamatan Kalibening. Dampak gempa 4,4 SR yang terjadi pada Rabu (18/4) lalu tercatat 2 orang meninggal dunia, 21 orang luka-luka dan diperkirakan 316 rumah rusak yang tersebar di 4 desa yaitu Desa Kasinoman, Desa Plorengan, Desa Sidakangen dan Desa Kertosari.

Komentar