Seribuan Warganya Kena, Bupati: Tahun 2018 Ini Wonogiri Harus Bebas Gondok

April 20, 2018

WONOGIRI, RAKYATJATENG – Kemiskinan yang membelenggu sebagian warga Wonogiri membawa dampak terhadap kesehatan. Masih ditemukan seribuan warga menderita penyakit gondok. Pemkab setempat terus berusaha menangani mereka agar bisa sembuh.Bupati Wonogiri, Joko Sutopo (Jekek) mengatakan, temuan 1.037 warga menderita penyakit gondok merupakan salah satu potret kemiskinan di Wonogiri. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan bagi Pemkab Wonogiri.“Karena itu saya sebagai kepala daerah harus mengeluarkan kebijakan untuk menjawab persoalan ini (penyakit gondok masal),” kata Jekek di Wonokarto, Kamis (19/4).Menurut Jekek, dari 1.037 penderita gondok, pihaknya telah melakukan inventarisasi, pendataan dan screening. Para penderita yang lolos bisa dilakukan tindakan operasi sebanyak 709 orang.“Terhadap penyakit gondok, program jangka pendeknya, 2018 ini Wonogiri harus bebas gondok. Kemudian program jangka menengahnya kami intervensi pemasaran yodium di wilayah-wilayah dengan penyakit gondok terbanyak. Selanjutnya jangka panjangnya kita mengedukasi masyarakat agar hidup sehat,” terang Jekek.Jekek berharap langkah cepat pemkab ini bisa menjadi solusi bagi warganya yang sudah menderita penyakit ini sejak lama. Ini juga merupakan salah satu prioritas program di bidang kesehatan. Di mana bagi warga tidak mampu akan di-cover menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) maupun dari anggaran daerah.Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri mengatakan, dari 700 penderita gondok yang lolos screening awal, akan dilakukan tahapan screening lanjutan di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.“Sampai Rabu lalu (18/4) sudah 81 pasien yang sudah menyelesaikan tahapan screening lanjutan di RSUD. Mereka dirujuk dari puskesmas dan menjalani screening lanjutan ke RSUD terus berlangsung sesuai dengan jadwal,” kata Adhi Dharma, kemarin.Menurut Adhi Dharma, screening yang dilakukan di RSUD akan lebih detail. Sehingga kemungkinan penderita yang akan dioperasi bisa berkurang. “Nanti ditentukan juga tergantung hasil pemeriksaan laboratorium dan faktor pemberat penyakit lainnya,” ujarnya. (JPC)

Komentar