Rektor: Lulusan Universitas Muria Kudus Tidak Kalah Bersaing

KUDUS, RAKYATJATENG – Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar wisuda ke-60 kemarin (18/4). Ada 574 mahasiswa hadir dalam sidang terbuka senat di Auditorium UMK. Sidang itu dipimpin Rektor UMK Dr. Suparnyo, SH. M.S dan berlangsung khidmat.

Rektor UMK Dr. Suparnyo, SH. M.S mengungkapkan, lulusan hendaknya memiliki karakter yang baik, disiplin, penuh motivasi, mampu bekerja sama, punya etos kerja, memiliki jiwa kepemimpinan dan kreativitas, punya ambisi, bertanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi. Semua itu menjadi kunci dalam menghadapi persaingan.

”Keterampilan-keterampilan yang dimiliki harus dikembangkan agar tidak kalah bersaing dengan tenaga kerja terampil lainnya. Baik dari dalam negeri maupun dengan negara di belahan dunia lainnya,” katanya.

Pengembangan keterampilan tersebut juga mempertimbangkan nilai-nilai kearifan lokal. Di Kudus, gusjigang menjadi nilai yang diaplikasikan. Hal tersebut telah menjadi komponen visi UMK. Yakni, menjadi universitas unggul, berbasis kearifan lokal, dan berdaya saing global.

”Di kampus ini keterampilan berwirausaha telah diberikan. Hal tersebut hendaknya dapat menjadi modal para lulusan untuk dapat menciptakan lapangan kerja sendiri dan tidak menggantungkan pada lapangan kerja yang sangat terbatas saat ini,” katanya.

Wakil Rektor I Dr. Murtono, M.Pd  menambahkan, perwujudan misi berwirausaha tersebut sudah dilaksanakan. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mahasiswa dan binaaan UMK selalu dilakukan pendampingan.

”Setiap minggu ada pasar tiban duwit bathok, sebulan sekali kami laksanakan bazar di UMK. Selain itu, telah terbentuk koperasi Sukses Mandiri Sejahtera. Di mana sudah disiapkan pinjaman lunak kerja sama UMK dan BTN dengan bunga tiga persen per tahun,” jelas pria yang menjadi pembina pasar Forum Pekerja Mandiri (FPM) itu.

Perwujudan misi berjiwa wirausaha ditunjukkan dalam penyelenggaraan wisuda ke-60. Setidaknya ada puluhan UMKM turut berpartisipasi dalam bazar wirausaha mahasiswa dan UMKM binaan UMK.

”Ke depannya kami menyiapkan lokasi wisata edukasi sekaligus tempat berdagang. Selain itu, ada perkebunan, ternak kelinci, dan kolam pemancingan yang saat ini dikerjakan,” paparnya. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono