Pelatih PSIS Semarang: Saya Suka Masyarakat di Sini, Semua Tersenyum, Semua Jabat Tangan

April 19, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – Eks pemain Liga Italia, Vincenzo Alberto Annese, yang kini menukangi PSIS Semarang, sudah beradaptasi dengan kehidupan di Indonesia. Dia pun mulai memahami kultur sepak bola tanah air. Pria asli Italia itu ternyata sangat terkesan dengan penduduk Indonesia. Dia mengaku selalu mendapat perlakuan ramah.Annese memang muka baru di sepak bola Indonesia. Dia didatangkan setelah manajemen PSIS memutuskan tak lagi menggunakan jasa Subangkit. Kehadiran Annese memberikan angin segar sekaligus dampak positif untuk Haudi Abdillah dan kawan-kawan.Dia tak menampik bahwa dirinya memang belum mengenal secara penuh kultur sepak bola Indonesia. Namun, dia mulai memahaminya sedikit demi sedikit. Satu hal yang membuat Annese bisa cepat untuk belajar mengenali tak lepas dari keramahan penduduk Indonesia.“Saya suka masyarakat di sini. Semua tersenyum, semua jabat tangan, kemana saya pergi, saya selalu respek,” sebut Annese.Dengan usianya yang baru menginjak 33 tahun, Annese menjadi salah satu pelatih termuda di Indonesia. Dia dua tahun lebih muda dari pelatih PS Tira, Rudy Eka Priyambada.Terkait fenomena itu, pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy menyambut baik kedatangan banyak pelatih muda di sepak bola Indonesia. “Saya turut bangga karena ada pelatih muda yang diberi kepercayaan oleh klub,” ucap pelatih asal Skotlandia itu.Mantan pelatih Mitra Kukar itu sendiri masih berusia 40 tahun. Dia mengawali karir kepelatihan pada usia 32 tahun. Dalam usia 33 tahun, McMenemy telah ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Filipina.“Kedatangan pelatih muda akan berdampak bagus ke pesepak bola Indonesia. Ada ide segar yang bisa ditukarkan ke pemain di Indonesia,” tutup McMenemy. (JPC)

Komentar