Dianggarkan Rp6,1 Miliar, Proyek Jembatan Grawah Dimulai

April 19, 2018
Belum ada gambar

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Proyek perbaikan Jembatan Grawah di Jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB), Desa/Kecamatan Cepogo, Boyolali, dimulai. Menggantikan Jembatan Grawah yang ambrol tahun lalu, proyek jembatan sepanjang 40 meter itu menelan anggaran Rp 6,1 miliar.Pengerjaan jembatan dilakukan Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng. Waktu yang dibutuhkan sekitar 270 hari kalender. Agak serong ke utara sekitar 30 meter dari posisi jembatan lama.”Memang lama. Karena konstruksi jembatan ini cukup rumit. Harus dilakukan secara bertahap,” kata Pengawas Jalur SSB, Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Sumarwan kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (18/4).Selama pembangunan, pengendara masih bisa melintasi jembatan darurat dan jembatan lama. Terkait jembatan darurat (bailey) yang kondisinya memprihatinkan, Sumarwan mengaku sudah dilakukan penguatan. Berupa penggantian kayu balok alas jembatan dan pengelasan dua besi yang retak dan patah.”Alas jembatan juga kami tambah besi, tidak hanya kayu saja,” bebernya.Konstruksi jembatan baru dibuat agak serong. Untuk mengurangi tikungan tajam yang ada di akses masuk jembatan. Selain itu, jembatan dibuat agak panjang dari sebelumnya. Ditambah 15 meter dari panjang jembatan lama yang hanya 25 meter. Konstruksi jembatan baru ini dijamin lebih kukuh. Berupa beton cor.”Kalau sudah selesai, jembatan lama kemungkinan masih akan dipergunakan untuk jalur alternatif. Khusus sepeda motor atau pejalan kaki,” imbuh Sumarwan.Dimulainya pembangunan jembatan baru ini mematik reaksi positif dari masyarakat. Mobilitas masyarakat, terutama warga di lereng Merapi dan Merbabu jadi lancar. Terutama bagi para petani sayur menuju ke Pasar Cepogo.”Nggeh remen to mas (Ya senang mas). Jembatane anyar rodo gede (Jembatan baru agak besar). Nek simpangan lancar, ora usah antre (Kalau simpangan tidak perlu antre),” ujar Ratman, 45, sopir pikap pengangkut sayur asal Desa Genting, Cepogo. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI