Badan Truk Dipotong Agar Bisa Dievakuasi dari Sungai

April 19, 2018

LAMONGAN, RAKYATJATENG – Petugas sulit mengevakuasi tiga truk yang tercebur di Sungai Bengawan Solo akibat ambruknya Jembatan Cincin Lama. Penyebabnya, tiga truk itu beserta muatannya kelewat berat. Jika dipaksakan, segmen jembatan yang digunakan sebagai tumpuan crane pengangkat bisa ikut ambruk. Sebagai solusi, petugas mengosongkan bak truk.Sebagaimana diberitakan sebelumnya, saat kejadian, truk tersebut berisi limbah smelter dan pasir. Selain itu, truk dipotong menjadi tiga bagian, yakni kepala, sasis, dan bak truk.Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya I Ketut Darmawahana menjelaskan, awalnya evakuasi dilakukan dengan menggunakan crane seberat 40 ton.Berat satu truk yang akan diangkat beserta muatannya mencapai 58 ton. Padahal, berdasar perhitungan BBPJN VIII, beban truk plus crane 20 persen di atas beban maksimal yang bisa ditoleransi jembatan.Dengan kondisi itu, memaksakan mengangkat truk dalam kondisi utuh akan sangat berbahaya. “Untung, tadi malam (Selasa malam, Red) kami datang. Kalau itu diangkat sedikit, maka habislah kita,” ujar Ketut kepada Jawa Pos Radar Lamongan.Setelah dilakukan pembahasan dengan pihak terkait, akhirnya disepakati penggunaan crane dengan bobot 25 ton untuk evakuasi. Karena kemampuan crane itu dalam mengangkat beban tidak sebesar crane berbobot 40 ton, truk harus dipotong menjadi beberapa bagian.”Sudah ada solusi dengan dipotong menjadi tiga bagian. Itu sudah dihitung sama teman-teman di lapangan,” ungkapnya.Bangkai truk memang harus segera dievakuasi. Sebab, bila evakuasi tidak kunjung selesai, penyambungan jembatan tidak bisa segera dilakukan. Padahal, pemerintah dikejar waktu agar jembatan bisa dilewati lagi sebelum momen mudik Lebaran. (JPC)

Komentar