Warga Kota Semarang Dilatih Atasi Gawat Darurat

April 19, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – RSUD KRMT Wongsonegoro bersama Paguyuban Rumah Sakit se-Kota Semarang menggelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar di gedung Balai Kota Semarang, Rabu (18/4).Selama ini, tidak banyak masyarakat Indonesia yang tahu apa tindakan yang bisa membantu korban dalam situasi gawat darurat.Berdasarkan data BPS Kota Semarang per 2016, angka kematian di Kota Semarang mencapai 11,165 juta jiwa yang sebagian besar terjadi dikarenakan keterlambatan dalam penanganan terhadap korban.Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Tia Hendrar Prihadi, mengatakan musibah seperti kebakaran, kecelakaan bisa terjadi di mana saja.Peristiwa-peristiwa itu berpotensi mengancam keselamatan seseorang, bahkan bisa menyebabkan kematian.Saat menghadapi situasi itu, tak jarang korban mengalami gagal nafas atau henti jantung. Bila tak dilakukan tindakan medis, keselamatan korban tentu terancam.”Pada saat dihadapkan dalam posisi seperti itu, tentu akan merasa bersalah ketika kita tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menunggu petugas kesehatan datang. Maka dari itulah, sangat penting kita mengenal lebih dalam yang namanya Bantuan Hidup Dasar, serta belajar bagaimana memberikannya kepada orang yang membutuhkan,” ujarnya.Meski bukan bagian dari tenaga kesehatan, masyarakat umum perlu mengenal bagaimana cara memberikan Bantuan Hidup Dasar.Pertolongan dasar ini akan sangat bermanfaat dalam rangka memberikan peluang kehidupan, sebelum seseorang mendapatkan pertolongan lebih lanjut dari tenaga medis.Materi pelatihan disampaikan oleh instruktur yang telah berpengalaman di bidangnya, seperti dokter atau tenaga kesehatan dari rumah sakit yang terlibat.Direktur Utama RSUD KRMT Wongsonegoro, Susi Herawati, berharap para peserta dapat bermanfaat bagi orang-orang yang ada di sekitarnya, dengan memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan.Dengan begitu, masyarakat umum bisa terlibat aktif mewujudkan Semarang sebagai Kota Sehat.

Komentar