Budidaya Ikan Tawar, Pemkab Klaten Kembangkan Potensi Perikanan

April 18, 2018

KLATEN, RAKYATJATENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten terus mendorong masyarakat untuk mengonsumsi berbagai jenis ikan sebagai menu sehari-hari. Meski letak geografis Klaten tidak berada di garis pantai, tetapi pemanfaatan perairan umum daratan (PUD) menjadi andalan. Termasuk melalui program minapadi yang selama ini sudah berjalan di Kecamatan Karanganom dan Polanharjo.Berdasarkan data Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten jika luas lahan pembudidaya ikan mencapai 71, 94 Ha. Sedangkan jumlah pembudidaya ikan mencapai 3.3151 Rumah Tangga Perikanan (RTP). Mereka mampu memproduksi dari budidaya ikan itu pada 2016 sebesar 28.316,545 ton.Di samping kegiatan pembudidaya ikan juga terdapat kegiatan penangkapan di perarian umum daratan (PUD). Berupa waduk, sungai, dan genangan air dengan luas lahan penangkapan 2091, 37 Ha. Terdapat 1459 RTP dengan produksi hasil tangkapan pada 2016 sebesar 988, 4 ton.“Selama ini kita kembangkan budidaya ikan tawar pada lahan terbatas dengan sistem bioflok. Biasanya yang kita kembangkan menggunakan sistem ini membudidayakan lele. Sistem ini lebih mudah dikuasi masyarakat karena dibudidayakan di lahan sempit dengan padat tebat tinggi,” jelas Kepala Seksi (Kasi) Sumber Hayati dan Usaha Perikanan Bidang Perikanan, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Klaten, Murtopo, Selasa (17/4).Murtopo mengatakan, untuk bisa meningkatkan produksi ikan tawar yang ada di Klaten di luar Kecamatan Karanganom dan Polanharjo akan menerapkan sistem bioflok. Pada tahun ini dipilihlah Kecamatan Klaten Utara, Kebonarum dan Jatinom sebagi sentra pembudidaya ikan tawar yang baru. Diharapkan mampu menghasilkan produksi ikan tawar yang berlimpah. (JPC)

Komentar