Ratusan Pedagang Barito Semarang Menolak Direlokasi

April 16, 2018
Belum ada gambar

Tetapi kalau memang Dinas Perdagangan Kota Semarang tetap akan memindahkan pedagang Blok A-H yang rencananya setelah lebaran, para pedagang pun tidak bisa berbuat banyak. “Kalau memang kami tetap dipindah, ya berikan kami tempat sesuai kebutuhan kami, sesuai jumlah yang ada,” katanya.Mengenai DED penataan yang diinginkan PKL, lanjut Yulianto, tidak pernah ada respon dari pemerintah kota. Termasuk ketika disampaikan kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, tidak ada tanggapan. “Justru, surat yang kami sampaikan kepada Menteri PUPR malah ada tanggapan. Bahkan kementerian menanggapi ‘lho, kok ini malah bisa membuat DED sendiri, kenapa hal seperti ini tidak bisa dibicarakan dengan duduk bersama?’” ujarnya.Lebih lanjut, kata dia, Menteri PUPR justru mengapresiasi peran aktif para pedagang membuat DED sendiri. “Tetapi dari pihak BBWS, provinsi maupun Pemkot Semarang, tidak pernah mau memberikan DED Banjir Kanal Timur yang ada di Barito,” katanya.Sayangnya, tanggapan dari Menteri PUPR tidak bisa menindaklanjuti DED milik para pedagang. Alasannya, mengenai DED penataan pedagang Barito tersebut bukan kewenangan Menteri PUPR. “Makanya, Menteri PUPR hanya menyarankan agar Pemerintah Kota Semarang bisa duduk bareng dengan semua pihak untuk membicarakan permasalahan ini,” katanya.Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, adanya warga yang komplain itu wajar. Sebab, mereka telah lama tinggal di kawasan tersebut. “Tapi yang jelas, kami telah memfasilitasi mereka untuk pindah. Jadi, kami tidak asal bongkar tanpa menyediakan tempat baru,” ujarnya.Sedangkan untuk PKL Barito di daerah Jembatan Citarum hingga Jalan Majapahit dijadwalkan pada 16 April sudah rata dengan tanah. “Khusus PKL di Kelurahan Karangtempel kami jadwalkan Mei,” katanya. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI