Pilih Tidur di Masjid saat Seleksi Polri karena Kurang Biaya, dan Akhirnya Lolos Jadi Polwan

April 14, 2018

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi menegaskan kepada seluruh calon siswa dan orang tua untuk tidak memberikan imbalan kepada siapa pun yang menjanjikan bisa meloloskan seleksi calon anggota Polri. Sebab ini dapat mencederai institusi dan menjadikan moral anggota Polri lemah.Hal tersebut disampaikannya saat penandatanganan Pakta Intregitas Penerimaan Polri 2018 di Pendopo Ageng Pemkab Boyolali, Jumat (13/4). Dia menyebut penerimaan calon anggota Polri kali ini sangat terbuka. Selain dari internal Polri sendiri, pengawasan juga dilakukan dari eksternal.”Jika ada pungutan dalam penerimaan anggota Polri jangan segan-segan melapor. Kami transparan dan taat aturan. Segala ketentuan administrasi maupun teknis seperti batas berat badan dan tinggi badan kami patuhi,” tegas Aries.Seleksi diikuti 260 peserta. Jumlah ini meningkat dari penerimaan anggota Polri sebelumnya yang hanya 226 saja. Selanjutnya, mereka akan dikirim ke Mapolda Jateng untuk mengikuti proses seleksi lanjutan.Dalam kesempatan ini, beberapa anggota Polri yang baru saja selesai menjalani pendidikan beserta orang tuanya masing-masing juga dihadirkan. Termasuk Rohadi, orang tua Ninik, polwan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalamannya saat proses seleksi setahun silam.Pria tukang ojek ini tak menyangka putri sulungnya diterima jadi anggota Polri. Mengingat Ninik sudah pernah gagal.”Setelah gagal, Ninik saya minta untuk serius berlatih fisik dan mental agar lulus jadi anggota Polri,” terang Rohadi.Tak lupa, Rohadi bercerita kisahnya menemani Ninik seleksi di Mapolda Jateng di Semarang.”Saya orang tidak punya. Calon siswa lain menginap di hotel, kami berdua tidur di serambi masjid di sekitar lokasi seleksi. Karena pagi harus sudah berkumpul,” kenangnya. (JPC)

Komentar