Mau Bayar Utang, Sopir di Demak Nekat Beli Uang Palsu Senilai 30,3 Juta Seharga Rp8 Juta

April 13, 2018

DEMAK, RAKYATJATENG – Dua orang sopir ditangkap polisi karena bersekongkol akan mengedarkan uang palsu di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Selain dua tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti uang palsu senilai 30.300.000 dalam pecahan 50 ribu.St (49) warga Mijen, Demak, seorang sopir yang sedang terlilit hutang. Lantaran tidak dapat mengembalikan utang, ia kemudian mengeluhkan persoalannya kepada rekannya.Dari rekannya itu ia kenal dengan Ad (39) warga Jakarta Selatan. Pria yang bekerja sebagai sopir tersebut memang dikenal menjadi perantara pembelian uang palsu.Ad merupakan residivis atas kasus yang sama. Saat itu, ia tertangkap di Jepara saat hendak mengirim uang palsu ke Surabaya tahun 2011. Dari barang bukti 60 juta uang palsu, ia divonis 3 tahun penjara.St sempat ke Jakarta untuk menemui Ad. Namun, saat itu stok uang palsu sedang kosong. Baru pada 3 April, Ad mengantar langsung uang palsu pesanan St. Keduanya kemudian ditangkap polisi saat bertransaksi di sebuah jalan di Kecamatan Mijen.”Saya transfer uang Rp 8 juta dan saya dapat uang palsu senilai 30.300.000. Rencananya buat bayar utang ke teman dan sejumlah saudara,” papar St saat gelar kasus di Mapolres Demak, Jumat (13/4).Hal serupa juga disampaikan oleh Kapolres Demak, AKBP Maesa Soegriwo, menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan, uang palsu tersebut rencanamya digunakan untuk membayar utang. “Namun masih akan kami kembangkan,” tuturnya.Kapolres menegaskan, kedua tersangka terjerat Pasal 36 ayat (2), ayat (3) Jo Pasal 26 ayat (2), ayat (3) UU RI No 7 Tahun 2011 dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun. (dtc)

Komentar