Miras Oplosan di Bandung “Telan” 222 Korban, 41 Orang Tewas

April 12, 2018

BANDUNG, RAKYATJATENG – Miras oplosan di Kabupaten Bandung sejak Jumat (6/4) hingga Senin (9/4) telah “menelan” banyak korban, yang totalnya mencapai 222 korban. Dari jumlah itu, diantaranya 41 meninggal dunia, 139 pasien sudah dipulangkan, 30 orang dirawat, dan 11 orang dirujuk.Sebanyak 222 korban di wilayah hukum Polres Bandung tersebut dihimpun dari tiga rumah sakit yang menangani korban akibat menenggak miras oplosan. Diantaranya RSUD Cicalengka, RS Majalaya, dan RS ACM dengan keluhan yang sama yaitu mual, muntah, pusing dan mata kabur bahkan meninggal dunia.Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat dan Polres Bandung melakukan penyelidikan yakni melakukan pemeriksaan saksi-saksi korban, saksi penjual, pengambilan sampel (darah, urin, dan murah) untuk diperiksa di laboraturiun, serta mengambil cairan sisa minuman di botol. Dari penyidikan tersebut ditetapkan dua orang tersangka atas nama JS selaku penjual dan HM sebagai pemilik.Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan pelaku sudah ditangkap dan satu orang masih dalam pengejaran. “Wilayah Cicalengka sebanyak 41 korban, keseluruhan korban sebanyak 222 orang. Pelaku sudah diamankan 2 di Cicalengka,” kata Agung di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (12/4).Dari penyelidikan dan pengungkapan miras oplosan maut tersebut didapatkan barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP). Yakni miras oplosan siap edar sebanyak 224 dus (5.376 botol) ukuran 600 ml, bahan dasar merk minola, alkohol sebanyak 23 jeriken ukuran 25 liter, Redbell (pewarna makanan) 39 dus, kemasan minuman berenergi, alat ukur alkohol, dan bahan pelengkap miras lainnya.”Tersangka pertama meracik minuman ginseng minola kemudian ditambah dengan zat pewarna kemudian ditambah racikan minuman berenergi, dan alkohol,” jelasnya.

Komentar