Usulan Pengembangan Kawasan Industri dari 7 Daerah di Jateng, Kepala DPMPTSP: Sudah Masuk dalam Pembahasan di DPRD

April 11, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG — Pemerintah daerah di tujuh kabupaten dan kota di Jawa Tengah telah mengajukan diri untuk melaksanakan pengembangan kawasan industri. Usulan itu pun telah masuk dan telah dalam pembahasan di DPRD Jawa Tengah.Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Aribowo mengatakan, ketujuh kabupaten dan kota tersebut telah masuk dalam prioritas Pemerintah Provinsi Jateng untuk disetujui dan dikembangkan mulai tahun ini.Adapun ketujuh daerah yang telah masuk dalam kategori kawasan pengembangan indstri (KPI) tersebut di antaranya Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Rembang, Kabupaten Brebes.“Usulan dari masing-masing pemda tersebut telah masuk dalam pembahasan di DPRD Jateng. Sebelum Lebaran [2018] diharapkan sudah disahkan,” ujar Budi seperti dilansir dari Bisnis hari ini, Rabu (11/4).Dia berharap, upaya Pemprov Jateng untuk meloloskan usulan pengembangan kawasan industri baru tersebut akan memacu arus investasi baru serta pertumbuhan ekonomi daerah.Di sisi lain, dengan adanya daerah yang mengajukan KPI tersebut, akan membuat investor besar semakin tertarik mendirikan usaha setelah sebelumnya diberikan insentif pemerintah pusat berupa tax holiday.Seperti diketahui, DPMPTSP Jateng menargetkan arus investasi masuk pada tahun ini akan mencapai Rp47,4 triliun. Target tersebut dinilai Prasetyo relatif realistis lantaran makin banyaknya peluang dan insentif investasi di Jateng.Tahun lalu Jateng mampu membukukan realisasi investasi hingga Rp51,5 triliun atau menempati posisi keenam terbesar di Indonesia.Dimintai keterangan secara terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Arif Sambodo mengatakan, pada dokumen yang dimilikinya hingga saat ini baru terdapat tiga daerah yang masuk dalam rencana pengembangan kawasan industri.

Komentar

VIDEO TERKINI