Soal Utang-piutang, 2 Narapidana Duel di Lapas

April 11, 2018

JEMBER, RAKYATJATENG – Meski sama-sama mendekam dalam penjara, dua narapidana di Lapas kelas II A Jember masih terlibat carok, kemarin. Bukan celurit atau senjata tajam jenis lain yang biasa mereka pakai untuk ‘carok’ itu. Melainkan, sebuah gunting. Akibat duel berdarah itu, seorang diantaranya keok setelah tertusuk gunting.Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Jember, Putut Jemi Setiawan mengakui, penyebab duel itu karena utang piutang. Bahkan, pelaku yang diketahui berinisial Wa sudah dilaporkan ke polisi.“Korbannya pun sudah kami rujuk ke RSD Soebandi,” katanya, Selasa (10/4) siang kemarin.Korban penusukan adalah Edi Purnomo. Dia seorang penghuni lapas akibat terjerat kasus perlindungan perempuan dan anak. “Sebenarnya yang menagih utang korban. Setelah cekcok, mereka duel fisik. Korban langsung ditusuk dengan sebuah gunting,” terangnya.Kabar yang berhembus di dalam Lapas, pelaku Wa memang dikabarkan sudah ‘diincar’ oleh beberapa penghuni Lapas lain. Wa dituding sombong dan banyak utang ke penghuni lapas lainnya. Tak terkecuali, utang ke Edi Purnomo. Korban geregetan dengan ulah Wa yang sombong lantas menagihnya. Namun nahas, dia yang menagih utang malah diajak duel hingga keok.Putut Jemi mengaku sempat geleng-gelengkan kepala, karena pihaknya ‘kebobolan’ dengan adanya senjata gunting dalam lapas. Sebab, aturannya tegas dan jelas, bahwa di sel penjara tak boleh ada senjata tajam dalam bentuk apa pun. “Petugas internal juga bakal kami periksa. Jika ada sisi pelanggaran, pasti kami beri sanksi,” janjinya.Hasil penelusuran sementara, gunting yang dibuat untuk senjata ternyata diperoleh saat para napi itu ikut untuk keterampilan di dalam lapas. ”Sedangkan pelaku (Wa), adalah salah seorang tamping (tahanan pendamping) dalam kegiatan keterampilan tersebut. Harusnya, gunting tidak boleh masuk kamar,” imbuhnya.

Komentar