Banyumas Diprediksi Masih Diguyur Hujan Hingga Mei

April 11, 2018
Belum ada gambar

PURWOKERTO, RAKYATJATENG – Hampir satu minggu belakangan wilayah perkotaan Purwokerto diguyur hujan deras beserta petir. Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Catur Hari Susilo ST mengatakan, sampai minggu kedua bulan Mei mendatang, hujan masih akan mengguyur Banyumas.“Sesuai informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Semarang, di Banyumas diprediksi pada April hingga Mei Minggu kedua masih turun hujan,” kata Catur.Dikatakan dia, curah hujan memang mulai menurun. Di wilayah Banyumas, yang curahnya masih tinggi ada di bagian utara. “Sekarang masih sekira 100 sampai 300 milimeter (mm),” katanya.Ditambahkan dia, pada Mei mendatang, diprediksi mulai menurun sekira 50 hingga 150 milimeter. Itu pun hanya sebagian wilayah, karena sebagian wilayah lagi sudah musim terang atau kemarau.Catur menuturkan, memasuki musim kemarau, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak menanam yang membutuhkan banyak air. BPBD Banyumas pun berkordinasi dengan Dinas Pertanian (Dinpertan) Banyumas untuk memantau daerah yang rawan kekeringan.“Secara periode selalu kami kurangi resikonya dengan bantuan jaringan kepipaan, dengan memanfaatkan sumur bor yang sudah tidak berfungsi” tuturnya.Pada kegaitan periode tersebut, BPBD kerap melakukan evaluasi mengenai kegiatan yang sudah dilakukan. Catur menyampaikan, seperti tahun kemarin ada kendala beberapa daerah, tertuama di wilayah tebing kekurangan suplai air. Warga yang kekurangan suplai air bisa mendekat pada aliran mata air.Hinga saat ini sudah ada beberapa desa yang melakukan hal tersebut. “Mudah-mudahan di seratus desa yang ada di 18 kecamatan yang kekurangan suplai air, bisa semakin berkurang,” harap Catur.Meskipun masih kekurangan armada untuk tangki air, tetapi BPBD optimis bisa menyuplai pada wialayah yang kekurangan suplai air saat kemarau. Apalagi dibantu juga oleh beberapa pihak. (rbm)

Komentar

VIDEO TERKINI