Usaha Batik Magelang Kewalahan Penuhi Permintaan

April 10, 2018

MAGELANG, RAKYATJATENG – Usaha kecil dan menengah batik di Kota Magelang, Jawa Tengah, dengan produk kreatif turunannya membutuhkan tenaga kreatif untuk mengembangkan usaha itu agar lebih maju dengan pemasaran yang luas.Hal itu diungkapkan perajin batik khas Magelang Iwing Sulistiyawati.”Untuk mengembangkan usaha ini sebenarnya butuh tenaga kerja yang lebih, tetapi tidak mudah untuk mencari kebutuhan tenaga terampil, kreatif, dan inovatif,” katanya di Magelang, Selasa.Hingga saat ini, ujar pemilik Iwing Batik Kebonpolo di Kampung Wates Tengah, Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang tersebut, UKM-nya mempekerjakan sembilan orang, terutama para tetangga dan sanak keluarganya.Ia mengaku tidak hanya memproduksi kain batik dengan berbagai motif kreatif, akan tetapi juga aneka suvenir berbahan baku batik dan kain perca batik, seperti tas, gantungan kunci, blangkon, surjan, dompet, dan produk aksesoris lainnya.”Setiap hari memproduksi, terutama untuk stok barang agar cukup,” katanya saat menerima kunjungan para wartawan dalam program inovasi Humas Pemkot Magelang bekerja sama dengan instansi terkait lainnya untuk pengembangan usaha potensial daerah yang juga dihadiri Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina dan Kepala Bidang Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkot Magelang Prawerti Pradjnajati.Ia mengaku kewalahan memenuhi permintaan berbagai produk usaha kreatif batik, antara lain, dari berbagai instansi pemerintah dan swasta, gerai toko, dan tempat pajangan kerajinan di hotel serta pesanan setiap bulan kepada konsumen di luar kota.Hingga saat ini, produk kreatif batiknya dipajang, antara lain, di Magelang Crarf Center Kompleks Kantor Sekda Kota Magelang, Industri Kecil dan Menengah Center Pasar Rejowinangun Kota Magelang, salah satu toko swalayan dan hotel, serta sejumlah toko di Kota Magelang. Selain itu, setiap bulan ia memasok produk batik kepada pelanggannya di Tangerang, Provinsi Banten dan Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Komentar