Kecemasan Industri Tekstil Jateng, “Ketika Ganti Mesin, Para Pekerja Mau Dikemanakan?”

April 10, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG — Rencana pemerintah memacu implementasi revolusi industri 4.0 di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) di Jawa Tengah dikhawatirkan memicu dampak negatif yang cukup berarti.Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah (Jateng) Deddy Mulyadi Ali mengatakan dampak negatif tersebut berupa efisiensi tenaga kerja sebagai dampak dari otomatisasi alat produksi. Hal itu setidaknya telah terlihat ketika sejumlah pelaku industri TPT secara perlahan mulai beralih ke mesin sebagai media produksinya.“Ketika ganti mesin, para pekerja ini mau dikemanakan? Terlebih untuk melakukan pelatihan lanjutan atau memberikan pembekalan keterampilan, bukanlah hal yang mudah karena rata-rata pekerja pabrik TPT di Jateng di kisaran 40 tahun,” katanya, Senin (9/4).Deddy yang juga salah satu pelaku usaha di sektor tersebut mencontohkan bahwa di perusahaannya upaya efisiensi tenaga kerja telah dilakukan. Berdasarkan pengakuannya, jumlah pekerjaannya kini tinggal 1.250 orang dari sekitar 3.000 pekerja yang tercatat dua tahun lalu. Hal itu, menurut dia disebabkan mulai beralihnya metode produksi dari sistem manual yang mengandalkan tenaga manusia ke mekanisasi yang melibatkan mesin-mesin.Di sisi lain, dia juga memperkirakan proses implementasi Revolusi Industri 4.0 akan memakan waktu yang cukup lama. Pasalnya proses tersebut menuntut kebutuhan modal yang besar dari pemilik usaha untuk melakukan peralihan metode produksi.“Selain itu, para pekerja di sektor TPT ini biasanya spesialisasi. Artinya jika mereka selama ini membuat kantong atau sarung kain akan sangat sulit untuk dialihkan ke pekerjaan lain,” lanjutnya.Deddy mengatakan peringatan akan dampak ke tenaga kerja tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Perindustrian. Hanya saja, menurutnya, tidak ada jawaban yang berarti dari otoritas tersebut. Pasalnya, menurutnya, selama ini, yang menjadi perhatian pemerintah untuk memberikan pelatihan tambahan adalah pekerja industri TPT yang berusia muda. Padahal di Jateng, para pekerja sektor TPT didominasi tenaga kerja berusia lanjut.

Komentar