5 Siswa di Blora Gagal Ikuti UNBK, Ini Alasannya

BLORA, RAKYATJATENG – Lima siswa gagal mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA dan Madrasah Aliyah (MA) di Blora kemarin. Total peserta ada 2.848 siswa. Terdiri dari 22 SMA yang terdiri atas 8 negeri dan 14 swasta. Semuanya UNBK mandiri.

Ketua MKKS SMA Blora Sudarmanto mengungkapkan UNBK 2018 merupakan pengalaman tahun ke dua untuk SMA di Kabupaten Blora. Pihaknya optimistis dengan pengalaman tahun lalu, pelaksanaan akan berjalan lancar. Pihaknya juga mengaku, MKKS juga sudah bersurat ke PLN Cepu dan Blora untuk tidak ada pemadaman listrik mulai 6 sampai dengan 12 April 2018. Meski begitu setiap sekolah juga tetap menyiapkan genset untuk antisipasi.

“Total peserta ada 2.848 siswa. Terdiri dari 22 SMA yang terdiri atas 8 Negeri dan 14 swasta. Semuanya UNBK mandiri,” terangnya.

Dia menambahkan, dari 2.848 siswa tersebut, lima diantaranya mengundurkan diri. Penyebabnya berbagai macam. Ada yang meninggal dunia, keluar sekolah, ikut orang tua ke Jakarta dan keluar jawa.

Mereka adalah Candrika Kumara Alzamzuri dan Burhan Fuadi Juang dari SMA Muhammadiyah 1 Blora (Keluar), Mohammad Nur Faizin dari SMA Muhammadiyah 3 Randublatung (Meninggal). Selanjutnya Siti Alfiah dari SMA PGRI Cepu, dan Lilik Ifah Fauziah dari SMA Miftakhul Ulum Ngawen (keluar).

Untuk listrik, Sudarmanto berharap listrik tidak padam lagi seperti pada saat simulasi yang lalu. Karena pihak MKKS dan SMA bahkan Provinsi sendiri sudah mengirimkan surat kepada PLN untuk tidak memadamkan listrik selama pelaksanaan UNBK. Meskipun sebenarnya masing-masing SMA sudah menyiapkan genset. Tatapi tetap saja itu hanya untuk berjaga-jaga dan jangan sampai ada lampu mati. “Karena genset itu kan juga tidak stabil,” terangnya. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono