Sang Wakapolres Ini Tiba-tiba Cabut Pistol dan Todong Ibunya Lalu Tembak Adik Ipar 6 Kali

April 6, 2018

MEDAN, RAKYATJATENG – Tindakan oknum personel Polri kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya oknum Brimob di Bogor terlibat penembakan yang menewaskan seorang warga sipil, kini hal serupa juga terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).Wakapolres Lombok Tengah (NTB) Kompol Fahrizal menghabisi nyawa Jumingan, adik iparnya dengan enam tembakan. Setelah kejadian, Fahrizal bahkan tidak menunjukkan penyesalan.Pembunuhan sadis itu terjadi di Jalan Tirtosari, Gang Keluarga No 14, Kelurahan Bantan, Medan Tembung, Sumatera Utara, Rabu malam (4/3). “Kita prihatin karena hal ini mencederai institusi polisi. Namun demikian, ini sudah terjadi dan kita akan hadapi bersama-sama,” ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw kemarin (5/3).Kapolda mengatakan, Jumingan saat ini sedang menjalani otopsi di RS Bhayangkara Medan. Dari tubuh pria 33 tahun itu ditemukan enam bekas luka tembakan. “Barang bukti yang diamankan yakni sebuah senpi milik Polri berupa 1 buah revolver yang dibawa dari satuan asal, 6 butir selongsong, 1 pecahan proyektil, dan KTA milik terlapor,” ujarnya.Paulus juga menjelaskan, pihaknya sedang memeriksa tiga saksi atas kejadian itu. Masing-masing ibu dan istri Fahrizal serta istri Jumingan. Tujuannya, mengetahui segala hal yang berkaitan dengan motif pelaku. “Ada dugaan motif mengarah ke 340 (pembunuhan berencana) dengan dia memiliki dan membawa senpi,” jelasnya.Informasi yang dihimpun Sumut Pos (Jawa Pos Group), teka-teki motif pembunuhan itu memang belum terungkap. Kronologi yang diungkapkan saksi kepada polisi juga masih sumir. Sebab, pembunuhan dilakukan secara tiba-tiba. Bahkan di tengah kehangatan suasana keluarga yang sedang berkumpul.Para saksi mengisahkan, penembakan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Ketika itu Fahrizal bersama istrinya pulang ke Medan untuk menemui Elly atau yang biasa disapa Wak Kartini, 60. Bahkan, perwira polisi berusia 41 tahun itu tampak memijit kaki sang ibu. Tapi, tiba-tiba Fahrizal menodongkan pistol ke arah ibunya.

Komentar