Kasus Suap, KPK Sudah Tahan 18 Anggota DPRD Kota Malang

April 6, 2018

JAKARTA, RAKYATJATENG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan lima anggota DPRD Kota Malang yang merupakan tersangka dalam kasus suap pemulusan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Malang tahun anggaran 2015.Ke-lima anggota DPRD Malang yakni, Abdul Hakim, Imam Fauzi, Sulik Lestyowati, Syaiful Rusdi, dan Tri Yudiani. Mereka langsung mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK.”Penahanan dilakukan selama 20 hari pertama,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Jumat (6/4).Untuk Sulik Lestyowati dan Tri Yudiani, ditahan di Rutan Pondok Bambu. Sedangkan, Abdul Hakim, Imam Fauzi, dan Syaiful Rusdi, mendekam di Rutan Pomdam Guntur.Selepas menjalani pemeriksaan, ke-lima tersangka itu keluar secara bergantian. Mereka kompak untuk tak mengeluarkan pernyataan apapun ke awak media. Para tersangka itu memilih untuk langsung masuk ke dalam mobil tahanan.Dengan penahanan lima orang tersebut, kini 18 tersangka anggota DPRD Kota Malang itu, sudah resmi mendekam di hotel prodeo seluruhnya.Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara suap APBD-P sebelumnya. Dalam perkembangannya, KPK menetapkan Mochamad Anton dan 18 Anggota DPRD Malang sebagai tersangka kasus suap pemulusan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun anggaran 2015.18 Anggota DPRD Malang yakni, Suprapto, HM. Zainudin, Sahrawi, Salamet, Wiwik Hendri Astuti, Mohan Katelu, Sulik Lestyawati, Abdul Hakim, Bambang Sumarto, Imam Fauzi, Syaiful Rusdi, Tri Yudiani, Heri Pudji Utami, Hery Subianto, Ya’qud Ananda Budban, Rahayu Sugiarti, Sukarno, dan H. Abdul Rachman.Mochamad Anton menjanjikan fee Rp700 juta kepada Ketua DPRD Malang Mochamad Arief Wicaksono untuk memuluskan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun anggaran 2015. Uang itu diserahkan melalui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang, Jarot Edy Sulistiyono.

Komentar