Banyak Terobosan, Walikota Semarang Dinobatkan sebagai Tokoh Inspiratif

April 6, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi dinobatkan sebagai tokoh inspiratif dalam ajang Government Award 2018. Bersama dirinya, ada pula Tri Risma Harini, Ridwan Kamil, dan Ramadhan Pomanto.Masuknya Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi itu dalam jajaran tokoh inspiratif, karena dirinya dinilai telah berhasil melakukan sebuah lompatan besar melalui percepatan pembangunan fisik dan non-fisik untuk Kota Semarang.Lompatan besar yang dilakukan oleh Walikota Hendi salah satunya terlihat dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang yang saat ini telah berhasil lebih tinggi dari kota-kota besar lainnya.Dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS) disebutkan IPM Kota Semarang tahun 2016 yang sebesar 81.19, tercatat lebih tinggi dari IPM Kota Surabaya dengan 80.38, serta Kota Bandung dengan 80.13.Hal tersebut menjadi capaian luar biasa bagi Kota Semarang yang dulu selalu tertinggal dari kota-kota besar lain yang ada di Indonesia. Tergambar dari IPM Kota Semarang pada 2011 hanya sebesar 77.58. Nilai ini berada di bawah IPM Kota Surabaya yang sebesar 77,62, serta Bandung dengan 78,12.Lompatan besar Kota Semarang tersebut antara lain didorong oleh berbagai inovasi program yang diinisiasi oleh Walikota Hendi. Diantaranya, berobat gratis untuk seluruh masyakat dengan Universal Health Coverage (UHC), Layanan Gawat Darurat Ambulance Hebat, Kredit Wibawa 3 persen per tahun, Kampung Pelangi, Taman Kota dan Revitalisasi Pasar Tradisional.Tak hanya itu, Walikota Hendi juga telah berhasil membangun 112 kampung tematik yang tersebar di 16 kecamatan. Selain itu, dirinya juga berhasil menyulap sejumlah aset pemerintah yang terbengkalai agar produktif untuk dapat mendongkrak ekonomi masyarakat.Salah satunya lewat hutan wisata Tinjomoyo yang saat ini telah direvitalisasi menjadi pasar digital. Di samping itu, Walikota Hendi juga terus mendorong Kota Lama Semarang untuk dapat diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) 2020.

Komentar