Setelah 4 Tahun Mundur dari Dirut Pertamina, Karen Jadi Tersangka

April 5, 2018
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Sudah hampir empat tahun Karen Galaila Agustiawan mundur dari jabatan Dirut Pertamina. Namun, masa empat tahun itu tak membuat Karen yang pernah masuk daftar 50 perempuan paling berpengaruh (50 Most Powerful Women) versi majalah Fortune menikmati masa pensiun dengan tenang.Sebuah pengumuman dari Kejaksaan Agung kemarin tak hanya mengagetkan Karen, tetapi juga publik pemerhati bisnis di Indonesia serta seluruh pelaku usaha sektor migas. Dalam pengumuman tertulis yang disebar ke media itu disebutkan, Karen ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi investasi PT Pertamina (Persero) di Blok Basker Manta Gummy (BMG). Kasus yang terjadi sembilan tahun lalu atau tepatnya pada 2009 itu, menurut Kejagung, merugikan keuangan negara lebih dari setengah triliun rupiah atau Rp 568 miliar.Dalam keterangan tertulis, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung M. Rum menyatakan, kasus itu bermula saat Pertamina melakukan investasi non-rutin berupa akuisisi 10 persen hak partisipasi (participating interest/PI) milik ROC Oil Ltd di Blok Migas Basker Manta Gummy (BMG), Australia. Akuisisi itu dilakukan anak usaha Pertamina, yakni PT Pertamina Hulu Energi (PHE).Untuk menguasai 10 persen PI tersebut, Pertamina pun menandatangani kontrak Agreement for Sale and Purchase-BMG Projectpada 27 Mei 2009. Dari kontrak itu, Rum mengungkapkan, Pertamina mengeluarkan dana USD 31,5 juta serta biaya-biaya yang timbul lainnya (cash call) sejumlah 26,8 juta dolar Australia.Dari akuisisi Blok BMG itu, Pertamina berharap memperoleh 812 barel minyak per hari. Namun, harapan tinggal harapan. Ternyata Blok BMG hanya dapat menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pty Ltd rata-rata 252 barel per hari.Bahkan, pada 5 November 2010, Blok BMG Australia dinyatakan ditutup oleh ROC Oil Ltd. Mereka beralasan, produksi minyak mentah (non production phase/npp) dihentikan karena lapangan tersebut tidak ekonomis.

Komentar

VIDEO TERKINI