KPK Tahan Tersangka e-KTP Made Oka Usai Diperiksa 6 Jam

April 4, 2018
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menahan mantan Bos PT Gunung Agung, Made Oka Masagung usai diperiksa hampir enam jam lamanya. Penahanan tersebut dilakukan untuk 20 hari ke depan sejak Rabu (4/4). Juru bicara KPK, Febri Diansyah menyebut, orang dekat Setya Novanto itu akan ditahan di rumah tahanan cabang KPK Kav C-1.”MOM (Made Oka Masagung) ditahan 20 hari pertama di Rutan cab KPK di kav C-1,” ungkap Febri Diansyah pada awak media, di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Rabu (4/4).”Surat perintah penahanan diberikan secara formil sudah diserahkan kepada tersangka. Namun, setelah itu yang bersangkutan mengaku sakit kemudian penyidik membiarkan istirahat. Saat ini kondisinya sudah bisa berbicara kembali,” jelasnya.Usai beristirahat, Made keluar dari ruang pemeriksaan sekiitar pukul 20:02 WIB. Dia enggan berkata apapun ke awak media kendati dicecar bertubi-tubi dengan beragam pertanyaan.Diketahui, Made Oka merupakan pemilik PT Delta Energy serta PT OEM Investment yang berada di Singapura. Dia ditahan penyidik KPK setelah dua kali absen saat dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka.Dalam absennya, Made Oka mengutus kuasa hukumnya untuk memberikan surat ke pihak KPK terkait sakitnya. Dari surat tersebut, dikatakan Made Oka dirawat di UGD Rumah Sakit Pusat Otak Nasional.Atas sakitnya tersebut, dia membutuhkan istirahat dalam jangka waktu satu pekan sejak 28 Maret 2018 hingga 3 April 2018.Sebelumnya, dalam kasus e-KTP, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan tersangka kepada dua orang dari pihak swasta yaitu Irvanto Hendra Pambudi (IHP) dan Made Oka Masagung (MOM). Mereka dijerat dalam kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).Pengumuman penetapan Novanto sebagai tersangka itu disampaikan Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan Persada Jakarta Selatan, Rabu (28/2) malam.”Setelah penyelidikan dan mencermati fakta di persidangkan TPK e-KTP dan ada putusan lain yaitu Irman, Sugiharto, Andi Narogong bersalah. Dalam proses persidangan Setya Novanto, proses penyidikan Anang Sugiana juga masih berjalan. KPK ada permulaan cukup yaitu menetapkan kembali dua orang sebagai tersangka,” ungkap Agus, Kamis (28/2).Irvanto Hendra Pambudi Cahyo adalah keponakan Setya Novanto (Setnov). Saat kurun waktu dugaan korupsi e-KTP terjadi, Irvanto menjabat Direktur PT Murakabi Sejahtera merangkap Ketua Konsorsium Murakabi. Sedangkan Made Oka ialah Delta Energi dan saat dugaan aliran dana itu Oka masih menjabat sebagai komisaris di perusahaan perdagangan dan penerbitan tersebut.Diduga mereka bersama-sama menguntungkan diri atau orang lain atau korporasi. Diduga ikut mengakibatkan kerugian negara Rp 2,3 triliun dari nilai proyek Rp 5,9 triliun.Dalam kasus ini, mereka disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI