Batal Pindah, Abu Bakar Baasyir Lebih Suka Tetap di Lapas Gunung Sindur

April 4, 2018

JAKARTA, RAKYATJATENG – Abu Bakar Baasyir batal dipindahkan dari Lapas Gunung Sindur ke Lapas yang lebih dekat dengan kediamannya di Sukoharjo, Jawa Tengah.Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly memastikan, terpidana kasus terorisme tersebut akan tetap mendekam di sel Lapas Gunung Sindur. “Beliau tetap di (Lapas) Gunung Sindur,” ujar Yasonna di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (4/4).Alasannya, Baasyir beserta keluarga memohon agar statusnya diubah menjadi tahanan rumah. Sementara, secara hukum yang berlaku di Indonesia, usulan tersebut tidak mungkin dipenuhi.Pemerintah kemudian memberikan pilihan agar Baasyir dipindahkan ke Lapas dekat dengan kampung halamannya. Namun, itu pun ditolak Baasyir dan keluarga.”Akhirnya kalau mau dipindahkan ke sana (Lapas yang dekat dengan rumah), beliau itu lebih suka tetap di Lapas Gunung Sindur. Tulisan tangannya ada di saya kok,” ujar Yasonna.Yasonna mengatakan, yang penting pemerintah tidak abai terhadap perkembangan kesehatan Baasyir selama mendekam di Lapas Gunung Sindur. “Fasilitas di Jakarta ini kan lebih baik. Ada RS Harapan Kita, ada RSCM. Kalau dibandingkan di tempatnya beliau, fasilitas lebih baik di sini. Yang penting kalau beliau mau berobat, anytime ” ujar Yasonna.Di Lapas Gunung Sindur, otoritas Lapas sudah memberikan kompensasi berupa pemberian pendamping bagi Baasyir. Pemerintah sebelumnya berencana memindahkan Abu Bakar Ba’asyir dari Lapas Gunung Sindur ke Lapas dekat dengan kediamannya di Sukoharjo.”Keputusannya kita pindahkan saja ke rumah tahanan atau lapas yang dekat dengan rumah yang bersangkutan. Yang dekat dengan kampung halaman yang bersangkutan. Kira-kira di Klaten,” ucap Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Komentar