6.231 Nama Pemilih di DPS Kota Semarang Diduga Bermasalah

April 4, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Semarang menemukan 6.231 nama pemilih yang diduga bermasalah. Ini merupakan hasil dari pencermatan data A1 KWK di Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018 yang disusun oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang.”6.231 nama dalam DPS itu ada indikasi pemilih ganda, sudah meninggal dunia, pindah alamat, pemilih baru yang belum masuk daftar, bawah umur dan TNI/Polri,” kata Ketua Panwaslu Kota Semarang, Muhammad Amin, Selasa (3/4).Untuk proses pencermatan dan validasi temuan tersebut, Amin telah memerintahkan jajarannya sampai pengawas pemilu tingkat kelurahan untuk melakukan pencermatan ulang satu per satu nama dan alamat yang tercantum dalam DPS. Selain itu, ia juga memerintahkan petugas untuk melakukan pengecekan ke lapangan.”Hasil pencermatan ini kemudian kami validasi lagi ke lapangan dengan mendatangi melalui RT dan RW setempat guna memastikan validitas data,” ujarnya.Temuan dugaan nama pemilih yang bermasalah dalam DPS itu, katanya, telah disampaikan ke KPU Kota Semarang.Amin berharap, temuan tersebut ditindaklanjuti KPU sebagaimana rekomendasi tahap pertama yang pernah disampaikan pada 29 Maret lalu.Anggota Panwaslu Kota Semarang Bidang Penindakan Pelanggaran Pemilu, Naya Amin Zaini menjelaskan, pencermatan nama pemilih dalam DPS ini sesuai Undang-Undang dan peraturan Bawaslu Nomor 9 Tahun 2017 Tentang Pengawasan Pemutakhiran data dan daftar pemilih bahwa hasil pengawasan selanjutnya ditindaklanjuti melalui rekomendasi perbaikan.Harapannya, ke depannya data dan daftar pemilih ketika menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) semua masyarakat yang memiliki hak pilih terakomodir dengan baik.Untuk itu, Panwaslu Kota Semarang membuka Posko terpadu Pengaduan Daftar Pemilih mulai 24 Maret sampai 7 April mendatang. Posko tersebut ditempatkan di sekretariat Paswaslu masing-masing Kecamatan.

Komentar

VIDEO TERKINI