PILGUB JATENG: Cagub Sudirman Said Diminta Perhatikan Korban Normalisasi BKT Semarang

April 3, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Menjadi korban penggusuran proyek normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang, paguyuban Pedagang Karya Mandiri Barito mengadu ke calon gubernur Jateng Sudirman Said. Mereka merupakan pengusaha mikro kecil dan menengah yang menaungi 9.000 karyawan lebih.Ketua Paguyuban Pedagang Karya Mandiri Karangtempel Semarang Timur, Yulianto menjelaskan bahwa pedagang yang terkumpul dalam peguyuban tersebut berjejer dari Jalan Kartini sampai Jalan Majapahit.”Ini pindahan dari Tawang tahun 1985. Jumlah blok A-H 583 pelaku usaha. Sekitar 9684 karyawan, dari Semarang, Demak dan Kendal,” kata Yulianto, Selasa (3/4).Terkait proyek normalisasi sungai BKT, Yulianto menjelaskan bahwa pihaknya tidak menolak, namun meminta adanya proses rembugan yang intensif.”Pak Dirman, karena kami ini jadi korban. DED dan AMDAL kami tidak tahu. Kalau pun dipindah, jika tidak sesuai dengan yang selama ini kami jalankan ini akan mematikan usaha mikro kecil dan menengah. Juga dari pelanggan. Mohon dorongan moril dan politis. Kami ingin ini ditata dan dirapikan,” ujarnya.Selain itu, Yulianto juga mengatakan bahwa pihaknya punya usulan DED BKT. Menurutnya, BKT merupakan fasilitas umum dan pengusaha sangat mendukung untuk dijadikan destinasi wisata air.”Tapi pedagang kaki lima Barito juga menjadi destinasi perdagangan yang sangat besar, maka harus ditata dan dimodernisasi,” katanya.Usai memaparkan pemikirannya, Yulianto didampingi ratusan pengusaha mengajak pasangan Ida Fauziyah dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) tersebut mengecek langsung lokasi proyek.Sudirman Said atau yang akrab disapa Pak Dirman itu menandaskan, bahwa peristiwa yang ada di BKT ini menjadi sejarah.”Karena ditunjukkan realita betapa rakyat Jateng sangat tangguh. Karena bertahan hidup dengan usaha sendiri tanpa bergantung dan tidak meminta uang pada pemerintah. Ini adalah pelaku-pelaku ekonomi garda terdepan,” katanya.Menurut calon gubernur Jateng nomor urut 2 tersebut, ini bukan hal yang rumit tetapi persoalan yang sederhana. Karena kebijakan dan keputusan yang baik itu akan mendengarkan konstituen, mendengarkan rakyat.”Pedagang ini tidak menghalangi proyek BKT, bahkan mendorong dan membantu realisasi. Saya melihat tadi, lahannya masih sangat luas. Ini cantik sekali DED yang disiapkan paguyuban. Paguyuban malah sudah mencari solusi,” ujarnya.Dia juga menegaskan, proyek BKT tersebut merupakan wewenang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang di bawah naungan pemerintah provinsi. Sementara pengosongan lahan pengusaha adalah wewenang Walikota Semarang.”Jika saya jadi, saya akan mengajak ngobrol walikota. Mas wali, ini rasanya ko begini. Dialog dengan baik, yang penting rakyat yang sudah mandiri ini harus ditopang,” tandasnya.Tugas pemerintah itu, lanjutnya, adalah memperhatikan yang bawah agar naik. Menurutnya jika pemerintah punya kewajiban melahirkan enterpreuner baru, yang sudah jalan harus dibantu, bukan justru direcoki.”Yang penting dalam mencari solusi harus mementingkan masyarakat banyak. Itu tidak sulit, persoalannya mau mendengarkan rakyat tidak,” katanya. (sen/yon)

Komentar

VIDEO TERKINI