DPRD Rekomendasikan Tiga Penyelesaian Pesangon Karyawan Pasarraya Sri Ratu Semarang, Ini Penjelasannya

April 3, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Laser Narindro merekomendasikan tiga hal untuk penyelesaian masalah pembayaran pesangon karyawan dengan Pasaraya Sri Ratu Kota Semarang, Jawa Tengah.Pertama, ia meminta dilakukan penyelesaian secara internal manajemen dengen karyawan dimana pembayaran pesangon diselesaikan maksimal akhir April 2018, sebagaimana anjuran yang diberikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang.”Rekomendasi kedua, ini usulan teknis. Dari total karyawan yang kena PHK, 222 karyawan yang menerima sistem dicicil. Sisanya yang menolak, kami rekomendasikan untuk dicicil perorangan hingga selesai, bukan dicicil per bulan,” jelasnya.Sedangkan rekomendasi ketiga, yaitu berkaitan dengan satu karyawan bernama Anita yang telah menempuh jalur hukum hingga selesai proses kasasi di Mahkamah Agung (MA).Laser menegaskan, karena gugatan sudah ada putusan (inkrach), maka manajemen Sri Ratu harus segera membayarnya.”Dari rekomendasi, kami persilakan manajemen untuk merapatkannya terlebih dahulu. Nantinya mereka akan melakukan mediasi sendiri dengan karyawan karena terkait kemampuan perusahaan menyelesaikan pembayaran pesangon itu,” katanya.Seperti diberitakan sebelumnya, untuk yang kesembilan kalinya, karyawan Pasarraya Sri Ratu Semarang, menggelar aksi demo, Selasa (3/4). Mereka yang berjumlah 75 karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan perwakilan dari Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Kota Semarang, mendatangi Kantor DPRD Kota Semarang untuk mengadukan nasib mereka.Menurut mereka, sejak terkena PHK pada Desember 2017, mereka belum menerima pesangon. Aksi serupa telah mereka lakukan pada Kamis (29/3) dengan menggelar demo di depan Pasarraya Sri Ratu, Jalan Pemuda, Kota Semarang. (sen/yon)

Komentar

VIDEO TERKINI