Antisipasi Banjir dan Rob, DPRD Semarang Dorong Pokja Drainase

April 3, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendorong pembentukan kelompok kerja drainase sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaannya.”Seperti di kawasan Tanah Mas Semarang. Di sana sudah ada pokja yang menangani rob,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono di sela dialog interaktif DPRD Kota Semarang, di Semarang, Senin (2/4).Menurut dia, masyarakat yang terdampak banjir dan rob bisa membentuk pokja, sebagaimana dibentuk di kawasan Tanah Mas, sebab partisipasi publik dalam penanganan banjir dan rob sangat penting.Dengan adanya pokja, kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan, masyarakat memiliki wadah bersama-sama pemerintah untuk mengatasi persoalan banjir dan rob di wilayahnya.”Pokja ini juga amanat dari Peraturan Daerah (Perda) tentang Drainase yang sudah disahkan beberapa waktu lalu. Tugas pokja ini memberikan edukasi masyarakat di kawasan sekitar,” katanya.Ia mencontohkan larangan untuk membuang sampah di saluran, dan sebagainya nantinya merupakan tugas dari pokja untuk mengedukasi, termasuk melaporkan jika menemui permasalahan dalam sistem drainase.”Banjir dan rob selama ini, salah satunya kan karena tumpukan sampah yang menutupi saluran. Nanti tugas pokja mengedukasi, misalnya masyarakat tidak boleh membuang sampah di saluran,” katanya.Pembentukan pokja drainase, kata dia, tidak cukup hanya pada tingkat kelurahan, melainkan juga sampai tingkat rukun warga (RW) sesuai kebutuhan, misalnya di kawasan Sendang Mulyo, Semarang.”Di kawasan Sendang Mulyo, Semarang, ada sejumlah RW yang sering terkena banjir. Warganya bisa membentuk pokja. Nantinya, warga bisa ikut membantu menangani persoalan banjir,” katanya.Agung mengharapkan Pemerintah Kota Semarang bisa mempercepat pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Tenggang untuk menyelesaikan persoalan banjir yang masih terjadi di wilayah timur Semarang.

Komentar