Alasan Tidak Cepat Capek, Sopir Taksi Nyabu

SOLO, RAKYATJATENG – Berdalih butuh tenaga ekstra untuk bekerja, sopir taksi konvensional berinisial TH (33), warga Kampung Rejosari RT 03 RW 07,  Kelurahan  Purwodiningratan, Kecamatan Jebres nekat mengonsumsi sabu-sabu. Akibatnya, dia harus berurusan dengan polisi.

TH mengaku sudah menjadi pecandu sekitar enam bulan terakhir. Berawal dari pertemuannya dengan kawan lama.

“Pertama dikasih gratis. Lama-lama, tahu saya sudah kecanduan disuruh beli. Seminggu bisa konsumsi (sabu, Red) tiga sampai empat kali,” ujarnya di Mapolsek Jebres, Senin (2/4).

Transaksi saksi dilakukan dengan cara transfer sejumlah uang, kemudian paket sabu diambil di lokasi tertentu. Kali terakhir, Tri membeli paket sabu 0,25 gram senilai Rp350 ribu.

“Jadi lebih enteng kerjanya, ya ra nduwe kesel (tidak punya capek). Biasanya kerja dari pagi sampai dinihari. Pakai sabunya waktu pulang,” ujarnya.

Sepak terjang TH berakhir setelah anggota Polsek Jebres berhasil membekuknya, Minggu malam (1/4) di rumahnya.

“Pelaku sudah masuk DPO (daftar pencarian orang),” ujar Kapolsek Jebres, Kompol Juliana.

TH sempat mengelak dirinya sebagai pecandu. Tapi, setelah kamarnya digeledah dan polisi menemukan barang bukti sabu 0,25 gram di dalam lemari, dia tak berkutik.

Sopir taksi ini bakal dijerat Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono