92 Komoditas Picu Inflasi di Solo, Terbesar Bawang Putih

April 3, 2018
Belum ada gambar

SOLO, RAKYATJATENG – Badan Pusat Statistik (BPS) Solo mencatat, inflasi pada Maret menyentuh angka 0,18 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan Februari yang mencapai 0,49 persen. Namun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, justru terjadi deflasi 0,15 persen.Kepala Badan Pusat Statistik Solo, R. Bagus Rahmat Susanto menjelaskan, ada 92 komoditas yang harganya naik dan memicu inflasi. Sementara 10 besar komoditas penyumbang paling besar inflasi, yakni bawang putih yang indeks kenaikan harganya 23,02 persen dan menyumbang inflasi 0,15 persen. Di angka kedua yakni nangka muda dengan 62,64 persen dari indeks kenaikan harga, serta menyumbang angka inflasi sebesar 0,06 persen.”Untuk urutan lainnya yakni bawang merah, BBM, cabai merah, mie, minyak goreng, teh, pepaya dan bubur. Nangka muda memang salah satu penyumbang inflasi di urutan kedua. Sebab memang di Solo ini tidak adan produsen nangka muda,” terang Bagus, Senin (2/4).Sedangkan tahun ini ada juga penurunan harga 51 komoditas. Di antaranya beras dengan indeks penurunan harga 3,13 persen dengan menyumbang deflasi 0,16 persen. Sedangkan di urutan kedua daging ayam dengan penurunan 5,23 persen dan menyumbang deflasi 0,06 persen.”Pada komoditas penyumbang deflasi di urutan selanjutnya, yakni telur ayam ras, angkutan udara, gula pasir, melon, tahu, cabai rawit, kol, serta pisang. Memang diakui di beberapa daerah, harga beras lebih tinggi. Di samping itu Kota Solo juga bukan produsen beras, namun saat ini beras mengalami deflasi,” imbuhnya.Kasi Analisa Harga dan Pasar Surakarta, Doni Kuswardono menambahkan, komoditas beras   turun dikarenakan sudah masuk masa panen. Namun tidak serta-merta penurunan harga beras ini langsung diteruskan ke pedagang. Justru ada upaya menahan laju dari distributor agar penurunan harga tidak terlalu banyak. ”Selain itu pedagang menghabiskan stok barang lama yang masih mahal,” bebernya.

Komentar

VIDEO TERKINI