KOPEL: Pansel Harus Profesional dalam Rekruitmen KPU

Maret 31, 2018
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Tahapan penentuan calon komisioner KPU daerah hampir memasuki tahapan akhir. Pada hari Senin mendatang Pansel akan menentukan 14 nama yang akan diserahkan kepada KPU Pusat untuk dipilih dan ditetapkan menjadi komisioner KPU.Menurut Anwar Razak, Koordinator Advokasi Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia, bahwa Pansel dalam proses ini tentu harus menjaga integritas dan profesionalitasnya karena modus yang mungkin dapat menghinggapi mereka karena adanya kedekatan primordial, SARA, atau karena afiliasi politik atau upaya menyusupkan orang di dalamnya. “Bahkan mereka harus mempertaruhkan dirinya untuk melahirkan calon komisioner yang memiliki integritas, profesional, anti korupsi dan tidak memiliki catatan buruk sebelumnya,” katanya.Anwar mengatakan, proses seleksi yang panjang dan ketat bukan jaminan proses ini bisa clear dan fair. Harus disadari bahwa ini wilayah yang rawan dimana para kontestan yang akan bertarung di Pilkada Serentak atau Pemilu mulai melakukan penitipkan orang atau membangun relasi politik dengan calon-calon komisioner. “Sehingga benar-benar integritas dan profesionalitas anggota Timsel harus dijaga,” tutur Anwar.Bagi KOPEL katanys,, Komisioner KPU yang akan dipilih adalah orang-orang kunci yang akan menentukan nasib demokrasi untuk melahirkan pemimpin-pemimpin nasional dan daerah. “Kalau proses seleksi ini melahirkan komisioner tidak berintegritas dan bahkan bermental korup, pasti juga akan melahirkan pemimpin yang bermental korup,” tegasnya.Besok adalah tahapan pleno yang menentukan. Ada 16 daerah yang sekarang ini sedang melakukan seleksi komisioner KPU, yaitu Provinsi Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo.”Kita berharap Pansel benar-benar menyeleksi dan menyerahkan orang-orang terbaik kepada KPU Pusat bukan orang-orang bermasalah. Sehingga benar-benar proses awal kita sudah memulai memperbaiki tatanan demokrasi kita,” imbuhnya. (yon)

Komentar

VIDEO TERKINI