AJI Semarang Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis di Ambon

Maret 31, 2018

SEMARANG, RAKYATJATENG – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam insiden pemukulan oleh salah seorang tim sukses salah satu calon Gubernur Maluku terhadap jurnalis di Ambon, di sebuah warung kopi pada Kamis (29/3) lalu.Insiden itu membuktikan yang bersangkutan belum paham UU 40/1999 tentang Pers yang memberikan kebebasan insan media untuk meliput, mengabarkan ke khalayak mengenai seorang yang layak bertanggung jawab ke publik, terrmasuk Cagub dan kepala dinas serta aparatur sipil negara.Hal itu disampaikan Ketua AJI Semarang, Edi Faisol, Sabtu (31/3).”Intimidasi dan pemukulan seharusnya tak terjadi, karena hasil karya jurnalistik bisa diprotes lewat Dewan Pers. Ingat pers bagian dari pilar demokrasi. Apa jadinya demokrasi kita, jika pers diintimidasi dan jurnalis dipukul dan dilarang memberitakan,” kata dia.AJI Semarang, imbuh dia, mendukung aparat kepolisian mengusut insiden itu dan segera memproses hukum. Insiden tersebut mencederai kebebasan pers dan kebebasan berekspresi yang selama ini dijunjung oleh pemerintah.Informasi yang dihimpun dari AJI Ambon, jurnalis yang menjadi korban adalah Abdul Karim Angkotasan, wartawan Viva.co.id dan Sam Usman Hatuini dari Koran Rakyat Maluku.Sekretaris AJI Ambon, Nurdin Tubaka mengatakan, insiden pemukulan dan intimidasi berawal dai keberadaan salah satu Cagub Maluku, di warung Kopi Lela.Cabug itu, menurut dia, bersama dengan sejumlah oknum ASN.Jurnalis kemudian datang juga di warung itu selepas menjalankan tugas peliputan. Mereka duduk dengan mengambil jarak dari rombongan Cagub. Sam yang duduk di posisi berhadapan dengan Cabug Maluku lalu mengambil telepon genggam miliknya dan mencoba mengabadikan momentum ini.Namun, diminta salah satu yang hadir untuk menghapus foto. Keributan berlanjut, karena telepon genggam Sam terkunci. Abdul Karim ikut membela Sam.

Komentar