Jelang Musim Pancaroba, Waspadai Awan Kumulonimbus di Jateng

Maret 29, 2018

BANJARNEGARA, RAKYATJATENG – Masyarakat di wilayah Jawa Tengah bagian selatan perlu mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir, hingga angin puting beliung di musim pancaroba ini.Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi terjadinya cuaca ekstrem pada musim pancaroba antara Maret-Mei 2018 mendatang.Pada musim pancaroba, diprediksi bakal kerap terjadi pemanasan lokal tinggi, terutama di daerah pegunungan.Pemanasan lokal menyebabkan turunnya tekanan udara hingga memicu aliran udara kencang dari daerah-daerah sekitarnya. Itu berpotensi membawa awan hujan dalam konsentrasi tinggi.Prakirawan BMKG Pos Pengamatan Cilacap, Rendy Krisnawan mengatakan, pada perubahan cuaca ekstrem ini yang patut diwaspadai adalah munculnya awan kumulonimbus.Awan ini berpotensi memicu terjadinya hujan lebat disertai petir dan angin kencang atau puting beliung.Rendy menjelaskan, awan kumulonimbus biasanya muncul menjelang siang atau sore hari. Biasanya, awan kumulonimbus sebelumnya diawali dengan cuaca cerah dan suhu atau kelembaban yang tinggi antara pagi hingga siang hari.”Pagi terjadi penguapan, lalu terbentuk awan-awan kecil dan semakin siang berkembang dan menyatu tebal menjadi kumolonimbus,” katanya, Kamis (29/3)Hujan lebat disertai petir dan angin kencang atau puting beliung ini berpotensi terjadi di wilayah pegunungan. Sebab di wilayah itu proses pembentukan awan konvektif lebih cepat.Rendy Krisnawan menjelaskan, musim kemarau daerah di Jawa Tengah bagian selatan tak datang bersamaan.Di Cilacap bagian Timur, musim kemarau akan terjadi mulai pertengahan bulan Mei. Sedangkan untuk wilayah Cilacap Utara, Barat dan Tengah, kemarau diperkirakan terjadi awal Juni. Berbeda dengan wilayah Cilacap bagian Selatan atau kota yang baru memasuki kemarau pada akhir bulan Juni.Kemarau tahun 2018 ini diperkirakan normal dan berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan, dengan puncaknya pada Agustus dan September.

Komentar