KPK Panggil Calon Walikota Malang dan Sejumlah Anggota DPRD

Maret 27, 2018

JAKARTA, RAKYATJATENG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Walikota Malang Moch Anton dan enam anggota DPRD Malang. Mereka akan diperiksa oleh penyidik KPK dalam kapasitas sebagai tersangka.”Hari ini dijadwalkan pemeriksaan 7 tersangka dalam kasus di Malang, yaitu Moch Anton, Heri Pudji Utami, Abd. Rachman, Hery Subiantono, Rahayu Sugiharti, Sukarno dan Yaqub Ananda Gudban,” ungkap juru bicara KPK Febri Diansyah kepada awak media melalui pesan singkat, Selasa (27/3).Ketujuh orang tersebut akan diperiksa di gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Moch Anton dan Yaqub Anandan Gudban diketahui akan maju menjadi calon Wali Kota Malang. Namun, beberapa waktu yang lalu KPK menetapkan dia dan  17 koleganya  di DPRD Kota Malang sebagai tersangka dalam kasus APBD.Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menetapkan Walikota Malang periode 2013-2018 Moch Anton sebagai tersangka. Orang nomor satu di Kota Apel tersebut ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap senilai Rp 700 juta terhadap 18 anggota dan Pimpinan DPRD Kota Malang. Suap dilakukan untuk memuluskan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2015.“MA selaku Wali Kota Malang diduga memberi hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga hadiah atau janji tersebut diberikan karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya atau untuk menggerakan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya,” terang Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (21/3).Selain Anton, sebagai pihak penerima suap, sebanyak 18 Anggota dan Pimpinan DPRD Kota Malang juga turut ditetapkan tersangka. Mereka antara lain Wakil Ketua DPRD Malang periode 2014-2019, Zainudin; Wiwik Hendri Astuti, kemudian Anggota DPRD Kota Malang 2014-2019 Suprapto; Sahrawi; Salamet; Mohan Katelu; Sulik Lestyowati; Abdul Hakim; Bambang Sumarto; Imam Fauzi; Saiful Rusdi; Tri Yudiani; Heri Pudji Utami; Hery Subianto; Ya’qud Ananda Budban; Rahayu Sugiarti; Sukarno. H. Abdul Rahman.

Komentar