Ada Bahasa Melayu di Terjemahan Khutbah Jumat Masjid Al Haram dan Nabawi

Maret 26, 2018
Belum ada gambar

MAKKAH, RAKYATJATENG — Arab Saudi memasukkan bahasa Melayu sebagai salah satu bahasa asing dalam terjemahan langsung selama khutbah Jumat di Masjid Al Haram dan Masjid Nabawi.Imam Masjid Al Haram di Makkah Sheikh Abdul Rahman Abdul Aziz As-Sudais mengatakan khutbah itu juga akan diterjemahkan langsung dalam bahasa Melayu selama khutbah Jumat di Arafah selama musim haji. As-Sudais mengatakan, sekelompok editor asal Malaysia yang berkunjung ke Saudi merupakan langkah yang mencerminkan betapa pentingnya pemerintah Saudi terikat dengan Malaysia.”Berita bagus untuk orang Malaysia. Penjaga Dua Masjid Suci telah sepakat menerapkan terjemahan langsung pada khutbah Jumat di Makkah, Madinah, dan Arafah dalam bahasa Melayu. Bahasa Melayu adalah salah satu dari 10 bahasa yang termasuk dalam proyek ini,” kata As-Sudais, dilansir di New Straits Times, Senin (29/3).Ia mengatakan, proyek tersebut penting bagi masyarakat di Asia Tenggara karena langkah tersebut akan menguntungkan mereka. Mereka juga sangat mementingkan Malaysia dan jamaah yang berasal dari Negeri Jiran tersebut.Bahasa Melayu digunakan di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei. Terjemahan bahasa Melayu kini mulai diterapkan setelah terjemahan bahasa Urdu dan bahasa Inggris diperkenalkan.Di Makkah, layanan ini tersedia di dekat gerbang Raja Fahd yang telah didesain bagi para penutur non-Arab. Sementara itu, headset (pelantang telinga) dan perangkat audio kecil juga akan disediakan. Perangkat ini terhubung ke frekuensi FM yang menyiarkan terjemahan khutbah Arab yang disampaikan khatib (penceramah) di Masjid Al Haram.As-Sudais, yang juga merupakan Presiden dari Kepresidenan Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci, berbicara banyak tentang Malaysia, Tabung Haji dan jamaah asal Malaysia. Menurutnya, Islam di Malaysia adalah contoh yang unik bagi dunia.

Komentar

VIDEO TERKINI