Sapu Purbalingga Tembus Pasar Luar Negeri

Maret 25, 2018
Belum ada gambar

Namun, meskipun begitu kerja sama tersebut telah mendorong roda perekonomian masyarakat desa setempat semakin berkembang, mengingat saat ini Desa Kajongan telah menjadi sentra kerajinan sapu di Kabupaten Purbalingga.”Pengiriman sapu Hamada setiap sebulan sekali sekitar 1.000 -2000 sapu, karena buatnya agak sulit,” ucapnya.Untuk mendorong pengembangan usaha kerajinan sapu tersebut, Pemerintah Desa Karangreja akhirnya membangun kios sentra industri sapu Desa Kajongan di tepi Jalan Raya Bojongsari sekaligus untuk mempromosikan produk khas desa setempat.Sementara menurut Sunarto, pengrajin sapu Hamada mengatakan jika dirinya sudah menggeluti kerajinan sapu Hamada sekitar 15 tahun. Dalam seminggu setidaknya dia bisa menghasilkan sekitar 800 sapu dengan dibantu lima pekerja, di mana setiap pekerja mampu membuat minimal 15 sapu Hamada setiap harinya.”Sapu hasil produksi saya juga dikirim Jepang melalui pedagang besar dengan harga bervariasi antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per sapu,” ujarnya.Sedangkan menurut seorang pengrajin sapu Hamada lainnya, Ahmad Zaenuri mengatakan jika sapu Hamada mulai diproduksi sejak lama, bertepatan dengan banyaknya warga desa yang menanam tanaman gandum.Tingginya permintaan sapu Hamada untuk pasar diekspor, saat ini dirinya tidak hanya memperkerjakan 20 orang warga desa setempat, tapi ada warga lain yang ikut membantu membuat sapu dengan cara dikerjakan di rumahnya masing-masing sehingga tidak mengganggu aktifitas lain di rumah mereka.Setidaknya setiap pekerja bisa menghasilkan sekitar 13-14 sapu Hamada dengan berbagai ukuran serta kualitas yang sudah disesuaikan dengan standar kebutuhan ekspor.”Kalau ditotal bisa sampai 50-an pekerja yang ikut membantu membuat sapu Hamada untuk memenuhi permintaan perusahaan di Yogyakarta atau Bandung yang akan mengeskpornya ke Jepang,” ujarnya.

Komentar

VIDEO TERKINI