Antisipasi Polisi Bunuh Diri, Begini Langkah Polri

Maret 24, 2018

JAKARTA, RAKYATJATENG – Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Polri Irjen Pol Arief Sulistyanto mengaku sudah melakukan upaya pencegahan agar perwira polisi tidak depresi dan melakukan hal-hal yang fatal seperti bunuh diri. Yakni, dengan membentuk tim psikolog.”Kami sudah membentuk tim. Pak Kapolri juga sudah perintahkan bentuk tim,” ujarnya saat ditemui di Gedung Perpustakaan Nasional, Gambir, Jakarta, Sabtu (24/3).Dia menuturkan, tim yang tersebar mulai dari tingkat Markas Besar hingga ke Kepolisian Daerah itu bekerja secara rutin memberikan konseling bagi para anggota Polri. Tentunya, jika memang anggota tersebut memiliki masalah.”Sehingga dia tidak memendam dalam dirinya sendiri, ada solusinya, ada saran-saran yang diberikan psikolog, psikiater ini,” jelas Arief.Ya sebagian besar kasus bunuh diri yang sempat terjadi di Kepolisian kata dia karena masalah depresi yang dipengaruhi faktor lingkungan. “Pengalaman saya di Kalimantan, pengaruh keluarga menyebabkan dia (bunuh diri) seperti itu,” imbuhnya.Untuk itu, Arief berencana menambah personel dari tim-tim tersebut untuk meminimalisir potensi yang ada. “Saat ini kita menambah tim-tim psikolog untuk bisa secara rutin berikan konseling pada anggota-anggota yang memang dia punya masalah,” pungkasnya.Sekadar informasi, beberapa hari lalu, anggota Reserse Kriminal Polres Karawang Aiptu Tomo Gunadi nekat bunuh diri menggunakan senjata api. Itu dilakukan di dalam mobil pribadinya, tepat di Mako Polres Karawang. Diduga, dia depresi karena masalah keluarga. (JPC)

Komentar